Abstrak
Skripsi dengan judul “Regenerasi Budaya Marendo Dalam Rangka Mempertahankan Kearifan Budaya Lokal Dengan Menggunakan Teknik Analisis SWOT (Studi Kasus Jorong Bateh Sariak, Kenagarian Nan Limo, Kecamatan Palupuah, Kabupaten Agam)”. Disusun Oleh Abdul Akifin, NIM 3722048. Program Studi S1 Manajemen Bisnis Syariah, Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi atas bimbingan dari bapak Gusril Basir, SH, M.hum. Skripsi ini dilatarbelakangi oleh menurunnya minat generasi muda dalam mempelajari budaya marendo di Jorong Bateh Sariak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyebab menurunnya minat generasi muda terhadap budaya rendo, mengetahui upaya mempertahankan regenerasi rendo, serta mengetahui strategi pengembangan budaya rendo melalui analisis SWOT. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data penelitian diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap pengrajin rendo. Analisis data dilakukan melalui proses pengumpulan data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendahnya minat generasi muda terhadap rendo disebabkan oleh anggapan membuat rendo sulit, waktu yang lama, kesibukan, serta pengaruh budaya modern. Pewarisan rendo masih dilakukan melalui keluarga, terutama dari ibu kepada anak perempuan, tetapi belum berjalan maksimal karena jumlah pengrajin semakin berkurang. Berdasarkan analisis SWOT, budaya rendo memiliki kekuatan berupa nilai budaya yang tinggi, warisan turun-temurun, dan produk yang beragam. Namun, budaya rendo juga memiliki kelemahan seperti kurangnya generasi penerus dan pemasaran yang masih terbatas. Upaya yang dapat dilakukan untuk mempertahankan budaya rendo yaitu melalui pelatihan generasi muda, pengembangan produk, promosi, serta dukungan masyarakat dan pemerintah agar budaya rendo tetap bertahan sebagai kearifan budaya lokal.