Abstrak
ABSTRAK Skripsi ini berjudul “Tradisi Maisi Sapatagak Dalam Perkawinan Masyarakat Nagari Pakan Sinayan Perspektif ‘Urf”, yang ditulis oleh Alfiani, Nim 1122004, Program Studi Hukum Keluarga (al-ahwal al-syakhshiyah) Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M.Djamil Djambek Bukittinggi. Skripsi ini ditulis karena adanya tradisi maisi sapatagak yaitu penyerahan bawaan dari pihak marapulai kepada anak daro yang telah disepakati pada saat babaluak tando dan diserahkan dalam prosesi sapatang pulang sebagai bagian dari rangkaian adat perkawinan. Tradisi ini mengandung nilai penghormatan, tanggung jawab, serta mempererat hubungan silaturahmi antara kedua belah pihak keluarga. Karena merupakan adat yang telah diwariskan secara turun-temurun dan masih tetap dipertahankan oleh masyarakat, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pelaksanaan Tradisi Maisi Sapatagak serta menganalisisnya berdasarkan perspektif ‘urf dalam hukum Islam. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap Ketua Kerapatan Adat Nagari (KAN), niniak mamak, bundo kanduang, tokoh masyarakat, serta masyarakat yang pernah melaksanakan Tradisi Maisi Sapatagak. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara deskriptif dengan mengaitkannya pada teori 'urf dalam hukum Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tradisi Maisi Sapatagak dilaksanakan melalui kesepakatan kedua belah pihak pada saat babaluak tando dan diserahkan pada prosesi sapatang pulang. Berdasarkan perspektif ‘urf, Tradisi Maisi Sapatagak termasuk ‘urf sahih karena telah menjadi kebiasaan yang berlaku secara turun-temurun, diterima oleh masyarakat, mengandung nilai kemaslahatan, serta tidak bertentangan dengan syariat Islam. Tradisi ini bukan merupakan rukun maupun syarat sah perkawinan, tetapi menjadi bagian dari adat yang memiliki nilai positif dalam pelaksanaan perkawinan masyarakat Nagari Pakan Sinayan.