Lewati ke konten utama
Beranda / Publikasi / Thesis
ThesisOpen AccessTerbit 2026Versi 1

IMPLEMENTASI BUDAYA 5S (SENYUM, SAPA, SALAM, SOPAN, DAN SANTUN) DALAM PENGUATAN KARAKTER RELIGIUS SISWA DI SMPN 2 BUKITTINGGI

Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir•Pendidikan Agama Islam•15 dilihat · 6 unduhan

Abstrak

Skripsi ini berjudul “Implementasi budaya 5S (senyum, sapa, salam, sopan, dan santun) dalam penguatan karakter religius siswa di SMPN 2 Bukittinggi” ditulis oleh Novia Putri Mimanda 2122013 Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi 2026. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih ada ditemukan sebagian siswa yang masih belum terbiasa menanamkan karakter religius dalam dirinya. Karakter religius sebagian siswa masih jauh dari yang diharapkan. Oleh sebab itu SMPN 2 Bukittinggi melaksanakan budaya 5S (senyum, sapa, salam, sopan, dan santun) untuk menguatkan karakter religius siswa. Dengan dilaksanakannya budaya 5S ini diharapkan siswa terbiasa menanamkan karakter religius tidak hanya dalam kegiatan keagamaan saja tetapi juga diluar kegiatan keagamaan. Penulis ingin mengetahui implementasi budaya 5S (senyum, sapa, salam, sopan, dan santun) dalam penguatan karakter religius siswa dan faktor pendukung dan penghambat implementasi budaya 5S (senyum, sapa, salam, sopan, dan santun) dalam penguatan karakter religius siswa di SMPN 2 Bukittinggi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif kualitatif, Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini meliputi Kepala sekolah sebagai informan kunci, Guru PAI dan siswa sebagai informan pendukung. Teknik keabsahan data dilakukan dengan menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Teknik analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi budaya 5S dalam penguatan karakter religius siswa dilaksanakan secara berkelanjutan. Pelaksanaannya dilakukan melalui pembiasaan bersalam dan mengucapkan salam, tersenyum dan menyapa ketika bertemu, menggunakan bahasa yang sopan, menghormati guru, serta menunjukkan sikap santun. Namun dalam pelaksanaannya masih ada ditemukan sebagian siswa yang memiliki karakter religius yang belum terlalu kuat karena disebabkan oleh beberapa faktor yang mempengaruhi karakter religius siswa tersebut. Faktor pendukung implementasi budaya 5S dalam penguatan karakter religius siswa meliputi komitmen warga sekolah, keteladanan pendidik, pembiasaan yang konsisten, dan dukungan keluarga. Faktor penghambat implementasi budaya 5S dalam penguatan karakter religius siswa meliputi perbedaan latar belakang siswa, siswa kurang konsisten dalam menerapkan budaya 5S, dan pengaruh lingkungan luar atau media sosial. Kata Kunci : Budaya 5S, Implementasi, Karakter Religius, Siswa

Kata kunci

Kata Kunci : Budaya 5S, Implementasi, Karakter Religius, Siswa

Informasi bibliografis

Versi dan riwayat publik

  1. Versi 1IMPLEMENTASI BUDAYA 5S (SENYUM, SAPA, SALAM, SOPAN, DAN SANTUN) DALAM PENGUATAN KARAKTER RELIGIUS SISWA DI SMPN 2 BUKITTINGGI2026 · oai:ais:skripsi:21222