Abstrak
Skripsi ini disusun oleh MHD. Abdul Jalil, NIM. 2122291, dengan judul skripsi “Strategi Orang Tua yang Berprofesi sebagai Guru dalam Pembinaan Akhlak Anak: Studi Kasus Guru di SMA N 1 Bukittinggi”, Program Studi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi, 2026. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peran keluarga sebagai lembaga pendidikan pertama dalam membina akhlak anak, khususnya pada keluarga yang orang tuanya berprofesi sebagai guru. Orang tua yang berprofesi sebagai guru memiliki peran ganda, yaitu sebagai pendidik di sekolah sekaligus pembina akhlak anak di rumah, sehingga menarik untuk dikaji bagaimana mereka menerapkan strategi pembinaan akhlak kepada anak-anak mereka sendiri di tengah kesibukan profesinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi yang diterapkan oleh orang tua yang berprofesi sebagai guru dalam membina akhlak anak, serta untuk mengetahui kendala yang dihadapi dalam proses tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan fenomenologis. Penelitian dilaksanakan di SMA Negeri 1 Bukittinggi selama tiga bulan, mulai bulan Mei sampai Juli 2026. Informan utama penelitian ini adalah empat orang guru SMA Negeri 1 Bukittinggi yang sekaligus berprofesi sebagai orang tua, sedangkan informan pendukung adalah anak dari masing-masing informan utama. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi yang diterapkan oleh orang tua yang berprofesi sebagai guru dalam membina akhlak anak meliputi lima pola utama, yaitu keteladanan (uswah hasanah), pembiasaan nilai-nilai positif, komunikasi dan nasihat yang persuasif, pengawasan yang disertai evaluasi dan apresiasi, serta penguatan nilai keagamaan sebagai fondasi utama. Adapun kendala yang dihadapi meliputi keterbatasan waktu akibat kesibukan profesi, perbedaan cara pandang antara orang tua dan anak, pengaruh teknologi dan media sosial, serta konflik emosi akibat peran ganda sebagai guru sekaligus orang tua. Hasil triangulasi dengan informan pendukung menunjukkan bahwa strategi-strategi tersebut benar-benar dirasakan oleh anak, sehingga data penelitian ini dapat dinyatakan valid dan kredibel.