Abstrak
Kajian ini bermula dari maraknya fenomena interaksi parasosial di kalangan pelajar, dimana mereka kerap merajut ikatan emosional yang bersifat searah dengan figur public, pesohor, maupun pemengaruh (influencer) di media. Berdasarkan data pendahuluan berupa pengamatan langsung serta wawancara di SMA Negeri 1 Sungai Puar, terungkap bahwa peserta didik kelas XI dan XII memiliki atensi yang begitu besar terhadap penampilan fisik, gaya berpakaian, hingga gaya hidup tokoh idola mereka, yang ditunjukkan dengan intensitas mereka menghabiskan waktu luang untuk mengakses konten media sosial idolanya. juga menunjukkan adanya sebagian peserta didik yang mengalami keraguan terhadap kondisi fisik, kurang memahami kelebihan diri secara utuh, serta cenderung menyendiri saat jam istirahat sekolah, yang mengindikasikan bahwa interaksi parasosial berpotensi menjadi salah satu faktor eksternal yang memengaruhi cara peserta didik mengevaluasi dan membentuk konsep diri mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji gambaran interaksi parasosial, gambaran konsep diri, serta menguji hubungan antara interaksi parasosial dengan konsep diri peserta didik di SMA Negeri 1 Sungai Puar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan populasi seluruh peserta didik kelas XI dan XII yang berjumlah 176 orang. Penentuan sampel dilakukan dengan teknik Proportionate Stratified Random Sampling menggunakan rumus Taro Yamane diperoleh sebanyak 122 responden. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner tertutup berbentuk skala Likert yang sudah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan dengan metode deskriptif dan uji korelasi Pearson Product Moment melalui bantuan SPSS 24. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa interaksi parasosial peserta didik berada pada kategori tinggi (76,23%) dan gambaran konsep diri peserta didik juga berada pada kategori tinggi (63,93%). Hasil uji hipotesis dengan menggunakan korelasi Pearson Product Moment menunjukkan bahwa nilai koefisien korelasi r = 0,203 dengan tingkat signifikansi p = 0,025 0,05. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan positif yang signifikan antara interaksi parasosial dengan konsep diri siswa SMAN 1 Sungai Puar, meskipun tingkat hubungannya termasuk dalam kategori rendah. Temuan ini mengimplikasikan perlunya layanan bimbingan dan konseling yang komprehensif untuk membimbing remaja dalam memanfaatkan media secara bijak guna mendukung pembentukan konsep diri yang positif.