Abstrak
Skripsi ini berjudul "Pengaruh Harga Diri Terhadap Perilaku Asertif Murid di MTs Negeri 7 Agam", yang disusun oleh Pira Maulani 2622053, Program Studi Bimbingan dan Konseling, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi, 2026.Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan rendahnya harga diri yang berdampak pada perilaku asertif murid. Hal ini tampak dari sebagian murid yang menunjukkan keraguan ketika menyampaikan pendapat di depan teman sebaya serta cenderung menyerahkan keputusan kepada orang lain, belum mampu mengambil keputusan secara mandiri sesuai keyakinan dirinya, belum mampu menolak tekanan teman sebaya yang bertentangan dengan keinginan pribadi, belum mampu mempertahankan hak-haknya dalam situasi sosial di lingkungan sekolah, serta merasa pendapatnya kurang penting dibandingkan pendapat teman lain. Adapun tujuan penelitian ini dilakukan untuk: mengetahui deskripsi harga diri murid kelas VIII di MTs Negeri 7 Agam, mengetahui deskripsi perilaku asertif murid kelas VIII di MTs Negeri 7 Agam, dan menguji besar pengaruh harga diri terhadap perilaku asertif murid kelas VIII di MTs Negeri 7 Agam.Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitianasosiatif. Populasi pada penelitian ini yaitu seluruh murid kelas VIII di MTs Negeri 7 Agam yang berjumlah 254 murid, dengan jumlah sampel 155 murid. Penarikan sampel menggunakan teknik proportional random sampling. Instrumen dalam penelitian ini berupa angket harga diri dan angket perilaku asertif yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Data dianalisis menggunakan uji regresi linear sederhana Hasil penelitian menunjukkan bahwa harga diri murid kelas VIII MTs Negeri 7 Agam secara umum berada pada kategori tinggi (40,65%), sedangkan perilaku asertif murid juga secara umum berada pada kategori tinggi (47,10%). Hasil analisis regresi linear sederhana diperoleh nilai konstanta sebesar 53,108 dan koefisien regresi variabel harga diri sebesar 0,687, Artinya, setiap peningkatan satu satuan pada variabel harga diri akan diikuti dengan peningkatan perilaku asertif sebesar 0,687. Koefisien yang bernilai positif ini mengindikasikan adanya hubungan yang searah antara kedua variabel, yaitu semakin tinggi harga diri murid, maka semakin tinggi pula perilaku asertif mereka Selanjutnya, hasil uji koefisien determinasi menunjukkan nilai sebesar 0,453, yang berarti harga diri memberikan kontribusi terhadap perilaku asertif sebesar 45,3%, sedangkan sisanya sebesar 54,7% dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian ini.