Abstrak
Skripsi ini berjudul Teori Belajar Humanistik dan Implementasinya pada Pembelajaran PAL di SLBN 1 Payakumbuh Penelitian int dilatarbelakangi oleh pentingnya pendekatan pembelajaran yang memanusiakan manusia, berpusat pada peserta didik, serta menghargai keunikan dan potensi setiap individu, terutama bagi peserta didik berkebutuhan khusus Toori belajar humanistik menjadi landasan yang tepat karena menekankan pemenuhan kebutuhan psikologia, kenyamanan belajar, pengembangan potensi secara menyeluruh (kognitif, afektif, dan psikomotorik), serta peran guru sebagai fasilitator. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan unplementasi teori belajar humanistik dalam. pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI), serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat pelaksanaannya di SLBN | Payakumbuh. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptil. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipan, wawancara terstruktor dan tidak terstruktur, serta studi dokumentasi. Informan penelitian meliputi guru PAI, kepala sekolah, dan peserta didik SLBN I Payakumbuh. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diuji menggunakan triangulasi sumber Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi teori belajar humanistik dalanı pembelajaran PAI di SLBNI Payakumbuh telah dilaksanakan melalui (1) Fenggunaan model pembelajaran yang bervariasi seperti pembelajaran langsung. diskusi kelompok kecil, serta bermain peran dan simulasi; (2) Penerapan strategi active learning yang disesuaikan dengan karakteristik dan kecerdasan majemuk peserta didik, (3) Penggunaan metode pembelajaran yang beragam meliputi ceramah, demonstrasi, tanya jawab, dan pemanfaatan media audiovisual, serta (4) Evaluasi pembelajaran yang mencakup penilaian aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik secara adil sesuai kemampuan masing-masing peserta didik Pelaksanaan pembelajaran juga ditandai dengan suasana yang aman, penuh penghargaan, kebebasan berekspresi, serta pemberian apresiasi terhadap setiap partisipasi peserta didik Faktor yang mendukung keberhasilan implementasi meliputi pemahaman guru terhadap konsep humanistik, motivasi belajar peserta didik, ketersediaan sarana prasaruna, serta dukungan lingkungan sekolah. Adapun faktor penghambat berupa fluktuasi sernangat belajar peserta didik, tantangan penyampaian materi bagi peserta didik tunarungu, serta karakteristik khusus peserta didik autis yang cenderung hanya mau berinteraksi dengan guru tertentu