Abstrak
Skripsi ini berjudul “Kolaborasi Guru Bimbingan dan Konseling dengan Pihak Sekolah dalam Mengatasi Siswa Bolos Di MAN 1 Kota Payakumbuh” yang disusun oleh Mia Junita dengan NIM 2622086, Program Studi Bimbingan dan Konseling Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi. Penelitian ini dilatabelakangi oleh masih banyak perilaku bolos yang dilakukan oleh siswa di sekolah, perilaku ini merupakan bentuk pelanggaran disiplin dan dapat menghambat proses pembelajaran serta perkembangan siswa itu sendiri. Penanganan perilaku bolos tidak dapat dilakukan oleh guru Bimbingan dan Konseling secara mandiri, melainkan memerlukan kolaborasi dengan berbagai pihak di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kolaborasi guru BK dengan guru mata pelajaran, wali kelas, dan wakil kesiswaan dalam mengatasi siswa bolos di MAN 1 Kota Payakumbuh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Informan penelitian terdiri atas guru BK sebagai informan kunci serta guru mata pelajaran, wali kelas, dan wakil kesiswaan sebagai informan pendukung. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan, dan verifikasi data. Keabsahan data dilakukan melalui triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kolaborasi Guru BK dengan guru mata pelajaran dilakukan melalui identifikasi siswa bolos, penyampaian informasi mengenai kehadiran siswa, koordinasi penanganan, monitoring, serta evaluasi perkembangan siswa. Kerjasama dan penangananan siswa bolos tersebut akan disampaikan guru mata pelajaran kepada wali kelas. Kolaborasi guru BK dengan wali kelas dilaksanakan melalui identifikasi siswa bolos, pertukaran informasi, koordinasi penanganan, pemanggilan orang tua, monitoring perkembangan siswa, serta evaluasi dan tindak lanjut. Sementara itu, kolaborasi guru BK dengan wakil kesiswaan dilakukan melalui koordinasi penanganan siswa yang belum menunjukkan perubahan setelah mendapatkan pembinaan dari guru mata pelajaran, wali kelas, dan guru BK. Kolaborasi tersebut didukung oleh program Kartu Sakti sebagai media monitoring kehadiran dan aktivitas siswa di sekolah, pemanggilan orang tua, pembinaan, serta penerapan sistem poin pelanggaran. Hambatan yang dihadapi dalam kolaborasi adalah belum optimalnya perubahan perilaku siswa karena kesadaran sebagian siswa terhadap pentingnya disiplin dan kehadiran di sekolah masih rendah. Oleh karena itu, Guru BK bersama guru mata pelajaran, wali kelas, dan wakil kesiswaan terus melakukan pembinaan, pengawasan, dan monitoring secara berkelanjutan agar perilaku bolos siswa dapat diminimalkan.