Abstrak
Skripsi atas nama HANIFAH FATHONAH, NIM 2622026, Program Studi Bimbingan dan Konseling, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek (UIN) Bukittinggi, Tahun 2026. Judul “PERAN DUKUNGAN FISIK DAN PSIKOLOGIS PADA ANAK KORBAN KEKERASAN ORANG TUA ( STUDI KASUS DI PANTI ASUHAN MANDE KANDUANG PAKAN SINAYAN ).” Permasalahan dalam penelitian ini adalah anak korban kekerasan orang tua tidak hanya mengalami dampak fisik, tetapi juga mengalami gangguan psikologis yang memerlukan dukungan secara berkelanjutan. Dukungan yang diberikan kepada anak di panti asuhan menjadi penting untuk memenuhi kebutuhan dasar sekaligus membantu anak memperoleh rasa aman, nyaman, dan mampu beradaptasi dengan lingkungannya. Namun, pelaksanaan dukungan fisik dan psikologis terhadap anak korban kekerasan di panti asuhan masih perlu dikaji secara lebih mendalam. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam peran dukungan fisik dan psikologis yang diberikan kepada anak korban kekerasan orang tua di Panti Asuhan Mande Kanduang Pakan Sinayan.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus yang berfokus pada seorang anak berusia 6 tahun korban penganiayaan fisik oleh orang tua, dengan pengasuh panti sebagai partisipan utama. Data dikumpulkan melalui teknik observasi partisipatif pasif, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Teknik analisis data mengacu pada model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dukungan fisik diberikan melalui pemenuhan kebutuhan pangan, sandang, dan papan yang layak. Dukungan psikologis diberikan melalui perhatian, kasih sayang, pemberian rasa aman, nasihat, dan penguatan mental. Dukungan tersebut membantu mengurangi gejala trauma yang dialami anak. Penelitian ini menyimpulkan bahwa dukungan fisik dan psikologis memiliki peran penting dalam membantu anak korban kekerasan memenuhi kebutuhan dasar dan meningkatkan kondisi psikologisnya. Namun, pendampingan psikologis masih berdasarkan pengalaman pengasuh dan belum melibatkan tenaga profesional. Oleh karena itu, diperlukan kerja sama dengan psikolog atau konselor agar pendampingan terhadap anak korban kekerasan dapat dilakukan secara lebih optimal.