Abstrak
Skripsi ini berjudul "Relevansi Nilai Pendidikan pada Film The Miracle Worker dalam Perspektif Islam" yang ditulis oleh Rifda Hanifa NIM 212289, Program studi pendidikan agama islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Universitas Islam Negeri Sjech M.Djamil Djambek Bukittinggi. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus yang perlu disesuaikan dengan karakteristik dan kebutuhan masing-masing anak. Film The Miracle Worker mengisahkan perjuangan Helen Keller, seorang anak yang mengalami hambatan penglihatan dan pendengaran, dalam memperoleh pendidikan dan mengembangkan kemampuan berkomunikasi. Film ini menampilkan berbagai bentuk pendidikan, peran guru dan keluarga, serta metode pembelajaran yang dapat dikaji dalam perspektif Islam. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan gambaran pendidikan anak berkebutuhan khusus dalam film The Miracle Worker dan menganalisis metode pembelajaran yang ditampilkan dalam film tersebut dengan konsep pendidikan dalam perspektif Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan library research dengan metode analisis konten (content analysis) terhadap film The Miracle Worker. Data penelitian berupa adegan, dialog, dan tindakan tokoh yang berkaitan dengan pendidikan anak berkebutuhan khusus dan metode pembelajaran. Data dianalisis dengan mengidentifikasi, mengelompokkan, dan menginterpretasikan data berdasarkan fokus penelitian, kemudian dikaitkan dengan konsep pendidikan dalam perspektif Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gambaran pendidikan anak berkebutuhan khusus dalam film The Miracle Worker meliputi pada awalnya terdapat kesalahan pola asuh keluarga terhadap anak berkebutuhan khusus, pemahaman guru terhadap karakteristik dan kebutuhan peserta didik, penyesuaian pembelajaran dengan kondisi peserta didik, pembentukan disiplin, tanggung jawab dan kemandirian, pentingnya lingkungan belajar dan dukungan keluarga, serta penguatan motivasi belajar peserta didik. Sementara itu, metode pembelajaran yang ditampilkan dalam film meliputi metode demonstrasi, drill (latihan), pembiasaan, pengalaman langsung, reward, dan punishment. Metode tersebut diterapkan melalui proses pembelajaran yang bertahap, berulang, konsisten, dan disesuaikan dengan kondisi Helen. Hasil analisis menunjukkan bahwa metode pembelajaran tersebut memiliki relevansi dengan konsep pendidikan Islam, seperti uswatun hasanah, ikhtiar dan kesabaran, prinsip tadarruj, ta'wid, at-tajribah, targhib, dan tarhib. Dengan demikian, film The Miracle Worker tidak hanya menggambarkan proses pendidikan anak berkebutuhan khusus, tetapi juga menampilkan nilai-nilai pendidikan yang memiliki keterkaitan dengan prinsip pendidikan dalam perspektif Islam, terutama dalam hal kasih sayang, kesabaran, keteladanan, pembiasaan, motivasi, dan pemberian pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik.