Abstrak
Skripsi ini berjudul Makna Teologi Terhadap Tradisi Ziarah di Makam Keramat Mande Rubiah di Nagari Lunang Kecamatan Lunang Kabupaten Pesisir Selatan. Disusun oleh Salma Fitri NIM 4522009 Program Studi Aqidah dan Filsafat Islam, Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah, UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi pada tahun 2026. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keinginan untuk mengkaji secara mendalam tradisi ziarah kubur Mandeh Rubiah sebagai fenomena religius yang tidak hanya memiliki nilai budaya dan historis, tetapi juga mengandung makna teologis yang berkaitan dengan keimanan, penghormatan terhadap tokoh yang dihormati, kesadaran akan kematian, dan upaya manusia dalam mendekatkan diri kepada Allah. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai hubungan antara tradisi lokal dan konsep teologi dalam kehidupan masyarakat Nagari Lunang. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: 1. Menjelaskan bagaimana pelaksaan ritual tradisi ziarah kuburan keramat Mandeh Rubiah 2. Menjelaskan tujuan masyarakat ziarah ke kuburan keramat mandeh Rubiah 3. Memahami makna teologi ziarah kuburan keramat Mandeh Rubiah Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan Rakena (Mande Rubiah ketujuh),Peziarah,tokoh agama dan beberapa warga, observasi langsung terhadap kehidupan sosial masyarakat, serta studi dokumentasi yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1. Dalam ziarah ke makam mandeh rubiah langkah awal dilakukan yaitu dengan niat yang tulus dan mensucikan diri terlebih dahulu sebelum memasuki komplek makam dan dilanjutkan dengan berdoa sekaligus menyampaikan hajat, setelah hajat tercapai membayar nazar ssuai dengan yang telah diikrarkan pada saat berdoa di makam tersebut. 2. Berbagai macam tujuan ziarah ke makam Mande Rubiah dan kebanyakan membayar nazar atas hajat yang telah tercapai, selain itu ada sebagai bentuk kunjungan silahturahmi dan rekreasi.Kemudian juga bertujuan menyampaikan keluh kesah dalam kehidupan sehari-hari. 3. Ziarah ke makam Mande Rubiah memiliki makna teologi yang mendalam yaitu sebagai pelepasan emosional dapat dipahami sebagai cara seseorang mengekspresikan perasaan, kegelisahan, kesedihan, kerinduan, maupun berbagai beban hidupnya dalam suasana yang dekat dengan nilai-nilai ketuhanan. Ketika seseorang berziarah ke makam, ia tidak hanya datang untuk mengingat orang yang telah meninggal, tetapi juga untuk melakukan refleksi diri, berdoa, dan memohon pertolongan kepada Allah. Dalam proses tersebut, perasaan yang selama ini terpendam dapat disampaikan melalui doa, dzikir, dan munajat sehingga memberikan ketenangan batin. Kemudian dengan ziarah kubur memiliki makna mendekatkan diri kepada allah dengan melaksanakan ziarah mengingatkan diri kepada sang pencipta dan mengingatkan diri kepada kematian.