Abstrak
ABSTRAK Skripsi ini berjudul “ANALISIS KECENDERUNGAN MEMILIH PEMBIAYAAN BANK KONVENSIONAL DIBANDINGKAN PEMBIAYAAN DI BANK SYARIAH (Studi Kasus Petani Kelapa Sawit di Kecamatan Pasaman Kabupaten Pasaman Barat).” Disusun oleh Arini Alfa Muwaddah, NIM 3322295, Program Studi Perbankan Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi. Skripsi ini dilatarbelakangi oleh kecenderungan sebagian besar petani kelapa sawit di Kecamatan Pasaman Kabupaten Pasaman Barat yang lebih memilih pembiayaan pada bank konvensional dibandingkan pembiayaan di bank syariah, padahal mayoritas masyarakat di wilayah tersebut beragama Islam. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan mengenai faktor-faktor yang menyebabkan masyarakat lebih condong pada sistem pembiayaan berbasis bunga dibandingkan sistem syariah yang sejalan dengan prinsip ajaran agama mereka, sehingga penting dikaji lebih lanjut mengingat hal ini berimplikasi terhadap perkembangan perbankan syariah di daerah pedesaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kecenderungan petani kelapa sawit di Kecamatan Pasaman Kabupaten Pasaman Barat dalam memilih pembiayaan bank konvensional dibandingkan pembiayaan di bank syariah, mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi preferensi tersebut, serta mengkaji implikasinya terhadap potensi pengembangan perbankan syariah di wilayah tersebut. i Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara semi-terstruktur dengan informan yang dipilih secara purposive, dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar petani kelapa sawit di Kecamatan Pasaman lebih cenderung memilih pembiayaan bank konvensional karena kemudahan prosedur pengajuan, kecepatan pencairan dana, dan kebiasaan menggunakan layanan bank konvensional yang sudah berlangsung lama. Faktor- faktor yang memengaruhi kecenderungan tersebut meliputi kemudahan dan kesederhanaan prosedur, ketersediaan dan aksesibilitas layanan, rendahnya literasi masyarakat mengenai prinsip dan akad syariah, kebiasaan sosial dan pengaruh lingkungan, kebutuhan mendesak terhadap permodalan, serta faktor religiusitas yang belum menjadi pertimbangan utama. Kecenderungan ini berimplikasi pada besarnya tantangan bagi perbankan syariah dalam meningkatkan penetrasi dan jumlah nasabah di kalangan petani kelapa sawit, meskipun peluang pengembangannya tetap besar apabila diimbangi dengan sosialisasi, edukasi, dan penyediaan layanan pembiayaan yang cepat, mudah, dan sesuai kebutuhan masyarakat.