Lewati ke konten utama
Beranda / Publikasi / Thesis
ThesisOpen AccessTerbit 2026Versi 1

Analisis Strategi Optimalisasi Kepesertaan Program Jaminan Sosial BPJS Ketenagakerjaan Untuk Tenaga Kerja Bukan Penerima Upah (BPU) ( Studi Kasus : BPJS Ketenagakerjaan Cabang Lima Puluh Kota

Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir•Ekonomi Islam•10 dilihat · 2 unduhan

Abstrak

ABSTRAK Skripsi ini berjudul “Analisis Strategi Pengembangan Program Jaminan Sosial BPJS Ketenagakerjaan Untuk Tenaga Kerja Bukan Penerima Upah (BPU) (Studi Kasus: BPJS Ketenagakerjaan Cabang Lima Puluh Kota)” disusun oleh Melza Rafandi 3222144, Mahasiswa Program Studi Ekonomi Islam, Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Islam, Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M.Djamil Djambek Bukittinggi. Program Jaminan Sosial BPJS Ketenagakerjaan bagi Tenaga Kerja Bukan Penerima Upah (BPU) merupakan upaya pemerintah dalam memberikan perlindungan kepada pekerja sektor informal dari risiko kecelakaan kerja, kematian, hari tua, dan risiko sosial lainnya. Namun, tingkat kepesertaan BPU di Kabupaten Lima Puluh Kota masih belum optimal. Kondisi tersebut disebabkan oleh rendahnya kesadaran masyarakat mengenai pentingnya jaminan sosial, terbatasnya kegiatan sosialisasi, luasnya wilayah pelayanan, serta kondisi ekonomi pekerja informal yang menyebabkan kemampuan membayar iuran tidak stabil. Penelitian ini menggunakan metode mix methode yaitu penelitian kualitatif dan kuantitatif, dimana menggabungkan hasil wawancara yang diperoleh dari informan dan menganalisis data berupa angka dengan kuisioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa BPJS Ketenagakerjaan Cabang Lima Puluh Kota memiliki kekuatan berupa dasar hukum yang kuat, iuran yang terjangkau, pelayanan dan proses klaim yang cepat, pemanfaatan aplikasi JMO, serta tingginya kepercayaan masyarakat terhadap program pemerintah. Kelemahannya meliputi rendahnya kesadaran masyarakat, keterbatasan sumber daya manusia, dan belum meratanya sosialisasi. Di sisi eksternal, peluang terbesar berasal dari banyaknya pekerja sektor informal, dukungan pemerintah daerah, kerja sama dengan pemerintah nagari, pemanfaatan Agen PERISAI, serta subsidi iuran dari pemerintah. Sementara itu, ancaman yang dihadapi meliputi pendapatan pekerja yang tidak stabil, rendahnya pemahaman masyarakat terhadap BPJS Ketenagakerjaan, penyebaran informasi yang keliru, persaingan dengan produk perlindungan lain, serta luasnya wilayah pelayanan. Berdasarkan hasil analisis SWOT diperoleh bahwa strategi Strength–Opportunity (S–O) merupakan strategi utama yang paling tepat diterapkan, yaitu melalui optimalisasi sosialisasi, penguatan kemitraan dengan pemerintah daerah dan Agen PERISAI, pemanfaatan teknologi digital, serta peningkatan kualitas pelayanan guna memperluas kepesertaan BPU. Strategi tersebut juga sejalan dengan prinsip Ekonomi Islam yang menekankan keadilan, perlindungan jiwa (hifz al-nafs), perlindungan harta (hifz al-mal), serta tanggung jawab sosial dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat.

Kata kunci

Kata kunci: BPJS Ketenagakerjaan, Tenaga Kerja Bukan Penerima Upah (BPU), Analisis SWOT, Strategi Pengembangan, Ekonomi Islam.

Informasi bibliografis

Versi dan riwayat publik

  1. Versi 1Analisis Strategi Optimalisasi Kepesertaan Program Jaminan Sosial BPJS Ketenagakerjaan Untuk Tenaga Kerja Bukan Penerima Upah (BPU) ( Studi Kasus : BPJS Ketenagakerjaan Cabang Lima Puluh Kota2026 · oai:ais:skripsi:20741