Abstrak
Skripsi yang berjudul “Strategi Guru Tahfiz dalam Memotivasi Siswa Menghafal Al-Qur'an di SMP Negeri 6 Gunung Talang Kabupaten Solok” yang ditulis oleh Kurnia Yunil Fitri dengan NIM 2122430, Program Studi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi. Latar belakang penelitian ini karena masih terdapat permasalahan dalam pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler tahfiz di SMP Negeri 6 Gunung Talang Kabupaten Solok. Guru telah menerapkan berbagai strategi untuk memotivasi menghafal Al-Qur'an siswa. Namun, pada pelaksanaannya masih ditemukan beberapa siswa yang kurang bersemangat dalam menghafal, kurang konsisten melakukan muraja'ah, mudah merasa bosan, serta dipengaruhi oleh penggunaan handphone, kurangnya pendampingan orang tua, dan keterbatasan waktu menghafal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi guru tahfiz dalam meningkatkan motivasi menghafal Al-Qur'an siswa di SMP Negeri 6 Gunung Talang Kabupaten Solok serta mengidentifikasi faktor pendukung dan faktor penghambat dalam pelaksanaan strategi tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap informan kunci yaitu guru tahfiz serta informan pendukung yaitu siswa dan kepala sekolah. Analisis data dilakukan melalui tiga tahap, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi guru tahfiz dalam memotivasi siswa dilakukan melalui penjelasan tujuan dan keutamaan menghafal Al-Qur'an, pemberian reward berupa pujian, hadiah sederhana, dan apresiasi terhadap pencapaian hafalan siswa, serta penggunaan metode menghafal yang disesuaikan dengan kemampuan siswa, seperti metode wahdah, muraja'ah, talaqqi, pendampingan individu, dan pengelompokan siswa berdasarkan kemampuan. Strategi tersebut mampu memotivasi siswa dalam menghafal Al-Qur'an. Faktor pendukung dalam pelaksanaan strategi ini meliputi dukungan sekolah, guru, keluarga, serta lingkungan belajar yang kondusif. Adapun faktor penghambatnya meliputi perbedaan kemampuan menghafal siswa, keterbatasan waktu pelaksanaan tahfiz, kurangnya muraja'ah di rumah, rendahnya pendampingan orang tua, serta pengaruh lingkungan yang kurang mendukung.