Abstrak
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya fenomena gaya hidup modern seringkali memicu mahasiswa untuk berperilaku konsumtif yang tidak sejalan dengan prinsip-prinsip ekonomi Islam. Oleh karena itu, edukasi keuangan berbasis syariah menjadi krusial sebagai instrumen kontrol perilaku individu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Data kemudian dianalisis menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa edukasi keuangan syariah memiliki peran penting dalam membentuk pola pikir mahasiswa dalam mengelola keuangan. Mahasiswa yang memiliki pemahaman baik mengenai konsep halal-thayyib dan larangan israf (berlebih-lebihan) cenderung lebih selektif dan rasional dalam melakukan konsumsi. Meskipun demikian, faktor lingkungan dan kemudahan akses belanja digital masih menjadi tantangan dalam menekan perilaku konsumtif secara menyeluruh. Secara umum, penguatan edukasi keuangan syariah terbukti efektif dalam meminimalisir perilaku konsumsi yang tidak produktif di kalangan mahasiswa.