Abstrak
ABSTRAK Skripsi ini disusun oleh Nurhaliza Fitri, NIM 2122151, mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI), Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi Tahun 2026, dengan judul "Fungsi Organisasi Santri Pesantren Adlaniyah (OSPA) dalam Mendisiplinkan Shalat Berjamaah Santriwati di Pondok Pesantren Modern Adlaniyah Kabupaten Pasaman Barat". Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih ditemukannya permasalahan kedisiplinan shalat berjamaah santriwati di Pondok Pesantren Modern Adlaniyah Kabupaten Pasaman Barat, seperti masih adanya santriwati yang terlambat hadir di masjid, meninggalkan masjid sebelum rangkaian dzikir dan doa selesai, serta bersikap kurang antusias dalam mempersiapkan diri menuju masjid. Kondisi ini menunjukkan bahwa kedisiplinan shalat berjamaah tidak dapat tumbuh dengan sendirinya, melainkan memerlukan sistem pembinaan yang terstruktur dan konsisten melalui peran aktif organisasi santri. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menjelaskan peran Organisasi Santri Pesantren Adlaniyah (OSPA) dalam mendisiplinkan pelaksanaan shalat berjamaah santriwati; dan (2) menganalisis faktor-faktor yang mendukung maupun menghambat OSPA dalam melaksanakan peran tersebut di Pondok Pesantren Modern Adlaniyah Kabupaten Pasaman Barat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data penelitian diperoleh melalui teknik observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas Pembina OSPA, Pengurus OSPA, dan santriwati yang ditentukan menggunakan teknik purposive sampling. Selanjutnya, data dianalisis dengan teknik analisis data kualitatif yang meliputi proses reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Organisasi Santri Pesantren Adlaniyah (OSPA) melaksanakan lima peran utama dalam mendisiplinkan pelaksanaan shalat berjamaah santriwati, yaitu sebagai pengawas, penggerak, pembina, teladan, dan penegak aturan. (2) Faktor pendukung meliputi keaktifan dan tanggung jawab pengurus OSPA dalam menjalankan tugas, dukungan tata tertib dan kebijakan pesantren yang mewajibkan shalat berjamaah, serta bimbingan dan arahan ustazah serta Pembina OSPA sehingga pelaksanaan pembinaan dapat berjalan secara efektif. (3) Faktor penghambat meliputi kurang optimalnya kerja sama antar pengurus OSPA, keterbatasan sarana pendukung seperti ketersediaan air wudu dan jangkauan suara lonceng, serta pengaruh negatif teman sebaya yang memengaruhi kedisiplinan santri dalam melaksanakan shalat berjamaah. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa optimalisasi peran OSPA sebagai pengawas, penggerak, pembina, teladan, dan penegak aturan, yang didukung oleh penguatan koordinasi antar pengurus, peningkatan sarana pendukung, serta pembentukan budaya kamar yang positif, menjadi strategi penting dalam meningkatkan kedisiplinan pelaksanaan shalat berjamaah santri secara berkelanjutan. Kata Kunci: Peran OSPA, Kedisiplinan, Shalat Berjamaah, Pondok Pesantren.