Abstrak
Penelitian ini dilatarbelakangi bahwa ditemukannya siswa latar belakang pendidikan MTs yang memiliki karakter religius yang kurang baik, seperti lalai dalam melaksanakan ibadah sholat, sebagian masih ada yang terbata-bata dalam membaca al-qur’an serta memiliki sifat (sombong) merasa diri lebih hebat dari orang lain. hal ini berbeda dengan siswa latar belakang SMP yang lebih responsif dalam ibadah sholat, fasih dalam membaca al-qur’an serta bersifat rendah hati. Kondisi ini menunjukkan adanya kesenjangan antara teori dengan kejadian dilapangan, dimana siswa latar belakang MTs seharusnya memiliki karakter religius yang lebih baik dari siswa latar belakang SMP dikarenakan pada pendidikan sebelumnya mereka mendapatkan pembelajaran agama yang banyak serta pengalaman kegiatan keagaamaan sebelumnya. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk membandingan karakter religius siswa dari kedua kelompok tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dan menggunakan metode komparatif. Penelitian ini terdiri dari latar belakang pendidikan (X) variabel bebas sedangkan variabel terikatnya ialah karakter religius (Y). Data dikumpulkan melalui angket atau kuesioner yang diisi oleh siswa dan dianalisis menggunakan uji Independent Sampl T-Test. Penarikan sampel menggunakan teknik purposive sampling, kelas XI tata busana berjumlah 60 siswa, dimana 30 siswa latar belakang SMP dan 30 siswa latar belakang MTs. Penelitian ini dilakukan di SMKN 03 Payakumbuh. Berdasarkan analisis data dan pembahasan, maka hasil penelitian ini adalah tidak terdapat perbedaan karakter religius siswa berdasarkan latar belakang pendidikan SMP dan MTs di SMKN 03 Payakumbuh. Hal ini dibuktikan melalui analisis uji hipotesis menggunakan uji Independent Sampel T-Test dengan nilai signifikan sebesar 0,405 > 0,05. Temuan ini mengatakan bahwa meskipun siswa lulusan MTs secara teoritis memiliki bekal kurikulum agama Islam dan kegiatan keagamaan yang lebih padat di jenjang sebelumnya, hal tersebut tidak membuat karakter religius mereka lebih unggul secara nyata saat sudah bersekolah di tingkat SMK jika dibandingkan dengan lulusan SMP. Hal tersebut dimungkinkan karena adanya faktor lain yang lebih dominan mepengaruhi karakter religius siswa seperti lingkungan sekolah yang ditempuh saat ini, pergaulan teman sebaya maupun lingkungan masyarakat.