Abstrak
ABSTRAK Tia Putriana, NIM 4122015, Judul Skripsi: “Ketenangan Jiwa dalam Surah Al-Isra’: Telaah Tafsir al-Mishbah dan Relevansinya dengan Fenomena ASMR Al-Qur’an.” Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah, UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi. Tahun 2026 M/1448 H. Maraknya fenomena ASMR Al-Qur'an (Autonomous Sensory Meridian Response) di platform media sosial sebagai medium audio spiritual yang memanfaatkan efek relaksasi lantunan ayat-ayat suci memunculkan pertanyaan akademis yang mendasar: sejauh mana pengalaman ketenangan yang dirasakan pendengarnya dapat dijelaskan melalui kerangka konseptual Al-Qur'an itu sendiri. Kajian terdahulu mengenai ketenangan jiwa dalam Al-Qur'an cenderung bersifat tekstual-normatif, sedangkan penelitian tentang ASMR Islam lebih banyak mengedepankan dimensi psikologis tanpa menelaah landasannya dalam tafsir. Penelitian ini hadir untuk mengisi kesenjangan tersebut dengan dua tujuan: menganalisis penafsiran M. Quraish Shihab terhadap ayat-ayat ketenangan jiwa dalam Surah Al-Isra' berdasarkan Tafsir al-Mishbah, serta mengkaji relevansi konsep tersebut dengan fenomena ASMR Al-Qur'an di media sosial. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research) bercorak kualitatif dengan metode tafsir tematik (mauḍuʿi fi surah), merujuk pada langkah-langkah metodologis ʿAbd al-Ḥayy al-Farmawi yang disesuaikan dengan cakupan kajian pada satu surah. Analisis difokuskan pada lima ayat dalam Surah Al-Isra' (ayat 9, 82, 95, 107, dan 109), dengan Tafsir al-Mishbah sebagai sumber data primer dan berbagai literatur ilmiah relevan sebagai sumber sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa M. Quraish Shihab membangun konsep ketenangan jiwa melalui lima dimensi yang berjenjang dan saling berkesinambungan yaitu hidayah, syifaʾ, istiqrar, taslim, dan khusyuʿ, yang secara keseluruhan menegaskan bahwa ketenangan jiwa merupakan proses psikospiritual yang berakar pada keimanan dan kedekatan relasional dengan Allah Swt., bukan sekadar kondisi emosional sesaat. Penelitian ini juga menemukan relevansi integratif antara konsep tersebut dan fenomena ASMR Al-Qur'an: karakteristik audio ASMR yang lembut, tartil, dan ritmis berfungsi sebagai wasilah psikologis yang mengkondisikan pendengar agar lebih mudah menginternalisasi nilai hidayah, merasakan efek syifaʾ, serta mencapai istiqrār, taslim, dan khusyuʿ. Sumber utama ketenangan jiwa tetap berasal dari kandungan kalam Ilahi, sedangkan ASMR berperan sebagai media pendukung yang mengoptimalkan proses penerimaan dan penghayatan Al-Qur'an di era digital.