Abstrak
Penelitian ini mengkaji peran Pemerintah dalam mengelola destinasi wisata, khususnya wisata Linggai Park, Nagari Duo Koto, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam. Pariwisata merupakan salah satu sektor penting dalam pembangunan nasional yang memiliki potensi besar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Sektor ini tidak hanya berkontribusi terhadap penerimaan negara melalui devisa, tetapi juga menjadi sumber pendapatan bagi daerah dan masyarakat sekitar destinasi wisata. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis peran Pemerintah Nagari dalam mengelola destinasi wisata Linggai Park untuk meningkatkan pendapatan masyarakat di Nagari Duo Koto, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya sektor pariwisata sebagai salah satu penggerak perekonomian masyarakat serta masih ditemukannya berbagai kendala dalam pengelolaan destinasi wisata yang menyebabkan manfaat ekonomi belum dirasakan secara optimal oleh masyarakat sekitar. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan pemerintah nagari, pengelola, pelaku usaha dan masyarakat sekitar. serta studi dokumentasi terkait kebijakan dan regulasi pemerintah nagari dalam pengelolaan wisata. Wawancara dilakukan pada tanggal 15 maret 2026 dengan beberapa informan, termasuk Ibu Rahina, Bapak Rajab, Ibu Meli (pedagang), dan Ibu Sabinar, Ibu Samsinar, (pembeli). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pemerintah Nagari telah menjalankan perannya sebagai regulator, fasilitator, dan dinamisator dalam pengelolaan Wisata Linggai Park. Sebagai regulator, pemerintah menetapkan tata kelola kawasan wisata melalui pembentukan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), pengaturan kawasan, serta kebijakan retribusi wisata. Sebagai fasilitator, pemerintah memberikan dukungan berupa pelatihan UMKM, promosi wisata, dan pemeliharaan fasilitas pendukung. Sebagai dinamisator, pemerintah mendorong partisipasi masyarakat melalui pendampingan Pokdarwis, penyelenggaraan berbagai kegiatan wisata, serta pemberdayaan masyarakat dalam pengembangan destinasi. Peran tersebut telah memberikan dampak positif terhadap peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat melalui berkembangnya usaha kuliner, perdagangan, jasa wisata, dan penyediaan lapangan kerja. Namun demikian, pengelolaan wisata masih menghadapi beberapa kendala, seperti keterbatasan sarana dan prasarana, belum meratanya bantuan permodalan, promosi yang belum optimal, serta masih rendahnya partisipasi sebagian masyarakat dalam pengembangan destinasi wisata. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa peran Pemerintah Nagari dalam mengelola destinasi wisata Linggai Park telah berjalan cukup baik dan memberikan kontribusi terhadap peningkatan pendapatan masyarakat. Meskipun demikian, diperlukan peningkatan kualitas infrastruktur, penguatan regulasi, perluasan akses permodalan, serta peningkatan kerja sama antara pemerintah, masyarakat, dan pihak swasta agar pengelolaan wisata dapat berlangsung secara lebih efektif, berkelanjutan, dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara optimal.