Abstrak
Skripsi ini disusun oleh Urla Serli Putri, NIM 3222057, Program Studi S1 Ekonomi Islam Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Sjech M.Djamil Djambek Bukittinggi dengan judul “Pengaruh Pajak Daerah Dan Retribusi Daerah Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Di Sumatra Barat”. Penelitian ini dilatar belakangi dengan menunjukkan bahwa realisasi pajak daerah mengalami kenaikan dari tahun 2020 hingga 2023, namun pada tahun 2023 terjadi penurunan, dan pada tahun 2024 hanya mengalami kenaikan yang sangat kecil, ini menunjukkan bahwa adaya ketidaksesuaian antara pertumbuhan ekonomi dengan optimalisasi penerimaan pajak daerah yang seharusnya bisa memiliki hubungan searah, sedangkan retribusi daerah menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan, bahkan dilihat pada tahun 2024 terjadi lonjakan , kenaikan ini membuat adanya perubahan signifikan, baik kebijakan, pemungutan maupun penambahan objek retribusi. Penelitian ini menggunakan penelitian dengan metode kuantitatif deskriptif, teknik pengumpulan data yang digunakan melalui dokumentasi . dokumentasi adalah data yang telah di kumpulkan oleh pihak lain maupun lembanga. Teknik analisis data yang digunakan yaitu Analisis Statistic Deskriptif, Uji Asumsi Klasik, Uji Hipotesis. Tujuan penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui dan menganalisis seberapa besar pengaruh pajak daerah terhadap pertumbuhan ekonomi di Sumatra Barat. (2) Untuk mengetahui dan menganalisis seberapa besar pengaruh retribusi daerah terhadap pertumbuhan ekonomi di Sumatra Barat.(3) Untuk mengetahui dan menganalisis seberapa besar pengaruh pajak daerah dan retribsui daerah secara simultan terhadap pertumbuhan ekonomi di Sumatra Barat. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pajak daerah berpengaruh secara positif terhadap pertumbuhan ekonomi karena beberapa daerah yang mengalami peningkatan setiap tahunnya sehingga memebuat pertumbuhan ekonomi meningkat. Retribusi daerah tindak berpengaruh secara signifikan karena retribusi daerah beberapa tahun mengalami lonjakan dan flutuasi sehingga retribusi tidak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi.