Abstrak
Skripsi berjudul “Penerapan ISAK 35 dalam Penyajian Laporan Keuangan di Masjid Jami’ Pauh Kamang Mudiak” disusun oleh Nicholas Caniago NIM 3422016 Program Studi S1 Akuntansi Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh penyajian laporan keuangan Masjid Jami’ Pauh yang masih terbatas pada pencatatan kas masuk, kas keluar, dan saldo akhir setiap bulan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan ISAK 35 dalam penyajian laporan keuangan Masjid Jami’ Pauh Kamang Mudiak. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif yang dilaksanakan di Masjid Jami’ Pauh. Data penelitian terdiri atas data primer yang diperoleh melalui wawancara dengan pihak terkait dan data sekunder berupa laporan keuangan bulanan, bukti transaksi, serta daftar aset tetap masjid. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan menerapkan siklus akuntansi hingga menghasilkan laporan keuangan sesuai ISAK 35, yang meliputi Laporan Posisi Keuangan, Laporan Penghasilan Komprehensif, Laporan Perubahan Aset Neto, dan Laporan Arus Kas dengan bantuan aplikasi Accurate. Hasil penelitian menunjukkan bahwa laporan keuangan Masjid Jami’ Pauh masih disajikan secara sederhana dan hanya memuat informasi mengenai penerimaan, pengeluaran, serta saldo akhir kas. Penyajian tersebut belum memenuhi ketentuan ISAK 35 karena belum mencakup aspek pengakuan, pengukuran, pencatatan, penyajian, dan pengungkapan yang sesuai dengan standar akuntansi untuk entitas nirlaba. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa Masjid Jami’ belum menerapkan ISAK 35 dalam penyusunan laporan keuangannya. Setelah dilakukan rekonstruksi berdasarkan ISAK 35, diperoleh laporan keuangan yang lebih lengkap, dengan Laporan Posisi Keuangan sebesar Rp4.053.488.666,67, Laporan Penghasilan Komprehensif -Rp. 95.388,89, Laporan Perubahan Aset Neto Rp. 4.053.488.666,67, dan Laporan Arus Kas Rp. 4.921.500,00.