Abstrak
Pembelajaran Bahasa Inggris membutuhkan media pembelajaran yang dapat memfasilitasi pengalaman belajar yang bermakna di kelas. Berdasarkan penelitian pendahuluan yang dilakukan di kelas VIII SMP Jam’iyyatul Hujjaj Bukittinggi, meskipun video animasi telah diterapkan dalam pembelajaran Bahasa Inggris, masih ditemukan beberapa permasalahan di kelas, termasuk keterbatasan partisipasi siswa, ketergantungan siswa terhadap arahan guru selama kegiatan pembelajaran, serta belum adanya analisis mengenai pembelajaran Bahasa Inggris melalui video animasi berdasarkan Model ARCS. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pembelajaran Bahasa Inggris melalui video animasi berdasarkan Model ARCS pada kelas VIII SMP Jam’iyyatul Hujjaj Bukittinggi Penelitian ini menggunakan desain studi kasus. Partisipan penelitian terdiri dari tiga belas siswa kelas VIII yang dipilih melalui teknik total sampling, karena seluruh siswa dalam kelas tersebut dilibatkan sebagai partisipan penelitian. Selain itu, seorang guru Bahasa Inggris dipilih sebagai informan pendukung untuk memperkuat dan melakukan triangulasi terhadap temuan penelitian. Data dikumpulkan melalui tiga kali observasi kelas dan wawancara semi-terstruktur. Data dianalisis menggunakan model interaktif yang dikemukakan oleh Miles, Huberman, dan Saldaña (2014), yang terdiri dari kondensasi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keempat komponen Model ARCS tercermin dalam pembelajaran Bahasa Inggris melalui video animasi. Komponen Attention tercermin melalui ketertarikan dan fokus siswa, meskipun aspek partisipasi belum muncul secara konsisten. Komponen Relevance secara konsisten tercermin, yang menunjukkan bahwa siswa menganggap materi pembelajaran bermanfaat, bermakna, dan berkaitan dengan pengalaman sehari-hari mereka. Komponen Confidence secara umum tercermin, namun kepercayaan diri dalam berpartisipasi belum konsisten karena beberapa siswa masih ragu untuk berpartisipasi secara aktif selama kegiatan pembelajaran. Di antara keempat komponen tersebut, Satisfaction menunjukkan hasil yang paling konsisten, karena siswa menikmati kegiatan pembelajaran, menunjukkan kepuasan terhadap proses belajar, dan memiliki keinginan untuk melanjutkan pembelajaran melalui video animasi.