Abstrak
Skripsi yang berjudul “Analisis Penyebab Pengangguran Terdidik dalam Perspektif Ekonomi Islam (Studi Kasus: Nagari Panti Selatan, Kec. Panti, Kab. Pasaman)” ini disusun oleh Isra Bilhuda dengan NIM 3222075 Mahasiswa Program Studi Ekonomi Islam, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukittingi 2026. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena sosial dan ekonomi yang masih banyak terjadi di Indonesia yaitu masalah pengangguran terdidik, termasuk di Nagari Panti Selatan, Kecamatan Panti, Kabupaten Pasaman. Tingginya tingkat pendidikan belum sepenuhnya menjamin seseorang memperoleh pekerjaan yang sesuai dengan kemampuan dan latar belakang pendidikannya. Dalam perspektif ekonomi Islam, pengangguran tidak hanya dipengaruhi oleh faktor ekonomi, tetapi juga berkaitan dengan etos kerja, jiwa kewirausahaan, etika dan moral, serta kesesuaian keterampilan yang dimiliki dengan kebutuhan dunia kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penyebab pengangguran terdidik dalam perspektif ekonomi Islam di Nagari Panti Selatan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan jenis penelitian lapangan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara terstruktur kepada masyarakat Nagari Panti Selatan yang telah menyelesaikan pendidikan minimal SMA/SMK atau perguruan tinggi tetapi belum memiliki pekerjaan. Pemilihan informan dilakukan menggunakan teknik purposive sampling. Data dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyebab pengangguran terdidik di Nagari Panti Selatan dipengaruhi oleh beberapa faktor. Pertama, rendahnya etos kerja bukan menjadi faktor dominan, karena sebagian besar responden telah menunjukkan upaya aktif dalam mencari pekerjaan. Kedua, minimnya jiwa kewirausahaan masih ditemukan karena responden memiliki minat berwirausaha tetapi belum diikuti kesiapan untuk memulai usaha. Ketiga, etika dan moral kerja bukan menjadi penyebab utama, karena sebagian besar responden telah memahami pentingnya kejujuran, disiplin, dan tanggung jawab dalam bekerja. Keempat, ketidaksesuaian keterampilan dengan kebutuhan dunia kerja menjadi faktor yang paling dominan, yang ditunjukkan melalui kurangnya keterampilan tambahan, pengalaman kerja, serta belum sesuainya kemampuan yang dimiliki dengan kebutuhan pasar kerja.