Abstrak
Skripsi ini berjudul “Analisis Dampak Sistem Antrian Digital Berbasis Queuing Theory Dalam Meningkatkan Jumlah Nasabah Pada Bank Syariah Indonesia (Studi Kasus : Bank Syariah Indonesia KCP Painan)), disusun oleh Husniyah Khairaty (3322102). Mahasiswa Jurusan S1 Perbankan Syariah Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M Djamil Djambek Bukittinggi. Penelitian ini dilatar belakangi karena minimnya minat masyarakat untuk membuka rekening di BSI KCP Painan disebabkan oleh kurangnya sosialisasi dan promosi mengenai layanan digital sehingga calon nasabah belum memahami keuntungan dan kemudahan yang ditawarkan oleh bank tersebut. Faktor lokasi dan kondisi sosial budaya konservatif di Painan turut memengaruhi rendahnya jumlah nasabah aktif meskipun layanan di kantor cabang sebenarnya mampu melayani lebih banyak nasabah tanpa antrean yang lama. tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisa analisis dampak sistem antrian digital berbasis queuing theory dalam meningkatkan jumlah nasabah pada bank syariah indonesia. untuk mengetahui dan menganalisa hambatan analisis dampak sistem antrian digital berbasis queuing theory dalam meningkatkan jumlah nasabah pada bank syariah indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menerapkan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Pendekatan tersebut memungkinkan pengumpulan data secara mendalam serta kontekstual dari subjek studi. Data primer diperoleh melalui wawancara mendalam, catatan lapangan yang cermat, serta dokumen pendukung yang relevan. Data tersebut kemudian dianalisis secara sistematis untuk menghasilkan pemahaman yang komprehensif dan terstruktur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelayanan unggul dari customer service (CS) dan teller di Kantor Cabang Pembantu (KCP) Bank Syariah Indonesia Painan memainkan peran krusial dalam mempertahankan kepuasan nasabah di tengah persaingan perbankan yang semakin sengit. CS menerapkan pendekatan adaptif seperti mengarahkan transaksi sederhana ke aplikasi BYOND guna mempersingkat waktu tunggu, proses pembukaan rekening berdasarkan SLA yang mencakup tahap daring diikuti verifikasi langsung, serta evaluasi pinjaman melalui dokumen esensial seperti KTP asli (NPWP bersifat opsional). Antrean di teller mencapai puncak pada pagi hari hingga pukul 11.30 serta awal bulan, kemudian mereda pada siang hingga sore hari dengan waktu penanganan rata-rata 3-10 menit sesuai tingkat kerumitan transaksi, seperti setoran atau penarikan tunai dalam jumlah besar maupun transfer antarbank.