Lewati ke konten utama
Beranda / Publikasi / Thesis
ThesisOpen AccessTerbit 2026Versi 1

Tradisi Badantam dalam Alek Perkawinan Perspektif 'Urf (Studi Kasus di Korong Pautan Kabau, Nagari Sunua, Kecamatan Nan Sabaris, Kabupaten Padang Pariaman)

Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir•Hukum Keluarga Islam (Ahwal Syakhshiyyah)•7 dilihat · 2 unduhan

Abstrak

ABSTRAK Skripsi ini berjudul “Tradisi Badantam dalam Alek Perkawinan Perspektif ‘Urf Studi Kasus di Korong Pautan Kabau, Nagari Sunua, Kecamatan Nan Sabaris Kabupaten Padang Pariaman”, yang ditulis oleh Icha Agustin, Nim 1122053, Program Studi Hukum Keluarga Islam Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya tradisi badantam yang masih dilaksanakan dan dipertahankan oleh masyarakat di Korong Pautan Kabau, Nagari Sunua, Kecamatan Nan Sabaris, Kabupaten Padang Pariaman dalam alek perkawinan. Tradisi badantam dilaksanakan satu atau dua hari setelah akad nikah, yaitu pada malam hari setelah salat Isya sekitar pukul 22.00 WIB. Acara ini dihadiri oleh keluarga, sanak saudara, dan masyarakat. Mereka berkumpul sambil berbincang menunggu giliran untuk menyerahkan sumbangan berupa uang atau emas yang kemudian diumumkan secara terbuka, lalu diberikan kepada pihak yang menyelenggarakan alek perkawinan dengan tujuan membantu meringankan beban biaya alek perkawinan. Namun, tradisi badantam menarik untuk dikaji lebih lanjut dari perspektif 'urf guna mengetahui kedudukan dan status hukumnya dalam Islam, serta untuk melihat apakah tradisi tersebut sesuai dengan syariat atau justru mengandung unsur yang bertentangan dengan prinsip hukum Islam. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Bagaimana pelaksanaan tradisi badantam dalam alek perkawinan di Korong Pautan Kabau Nagari Sunua Kec. Nan Sabaris Kab. Padang Pariaman dan Bagaimana perspektif ‘urf terhadap pelaksanaan tradisi badantam dalam alek perkawinan di Korong Pautan Kabau Nagari Sunua Kec. Nan Sabaris Kab. Padang Pariaman. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan kualitatif. Sumber data meliputi sumber data primer berupa hasil wawancara dan sumber data sekunder berupa studi kepustakaan. Metode pengumpulan data dengan Observasi, Wawancara dan Dokumentasi Dalam teknik analisa data penulis menyajikan data dalam bentuk deskriptif yaitu menggambarkan fakta-fakta dan data-data yang diperoleh dengan menggunakan kalimat dalam bentuk paragraf. Setelah itu baru dilakukan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi badantam merupakan budaya gotong royong yang berakar kuat pada nilai kebersamaan, solidaritas, dan tolongmenolong di masyarakat, yang mengemban prinsip adat barek samo dipikua ringan samo dijinjang (berat sama dipikul ringan sama dijinjing) untuk meredakan beban berat (baban barek singguluang batu) seperti pelaksanaan alek perkawinan yang memerlukan biaya besar, sehingga setidaknya ada uang untuk menyelenggarakan alek dengan membantu berupa dukungan uang, tenaga, atau barang. Perspektif ‘Urf terhadap tradisi badantam ini termasuk kepada ‘urf khash lagi shahih atau kebiasaan yang dilakukan didaerah tertentu pada waktu tertentu yaitu pada waktu alek perkawinan, kebiasaan yang dianggap sah karena tradisi badantam ini sudah dilakukan secara berulang-ulang, diterima oleh banyak orang, dan tidak bertentangan dengan dalil syara' dan hingga saat sekarang tradisi badantam masih dipertahankan.

Kata kunci

Badantam; Alek Perkawinan; 'Urf

Informasi bibliografis

Versi dan riwayat publik

  1. Versi 1Tradisi Badantam dalam Alek Perkawinan Perspektif 'Urf (Studi Kasus di Korong Pautan Kabau, Nagari Sunua, Kecamatan Nan Sabaris, Kabupaten Padang Pariaman)2026 · oai:ais:skripsi:20379

Publikasi terkait