Abstrak
Skripsi ini disusun oleh Rodiah Mey Munah, NIM. 2122487 dengan judul “Pengaruh Manajemen Waktu Menghafal Terhadap Kulitas Hafalan Al-Qur’an Peserta Didik Pada Mata Pelajaran Al-Qur’an Hadis di MTsN 2 Kampar” jurusan Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah Dan Ilmu Keguruan UIN Bukittinggi Tahun 1448 H/ 2026 M. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya manajemen waktu dalam proses menghafal Al-Qur’an. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara di MTsN 2 Kampar, masih terdapat peserta didik yang belum mampu mengatur waktu menghafal secara optimal, sehingga hafalan belum lancar, sering keliru dalam urutan ayat, pelafalan kurang tepat, dan belum konsisten dalam murojaah. Guru mata pelajaran Al-Qur’an Hadis juga menyampaikan bahwa kualitas hafalan dipengaruhi tidak hanya oleh kemampuan peserta didik, tetapi juga oleh kedisiplinan dalam mengelola waktu menghafal. oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh manajemen waktu menghafal terhadap kualitas hafalan Al-Qur’an peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode regresi linear sederhana. Populasi penelitian adalah seluruh peserta didik kelas VII MTsN 2 Kampar Tahun) Ajaran 2025/2026, dengan teknik total sampling sehingga seluruh populasi dijadikan sampel penelitian. Data dikumpulkan melalui angket untuk mengukur manajemen waktu menghafal dan tes hafalan untuk mengukur kualitas hafalan Al-Qur’an. Analisis data dilakukan menggunakan analisis deskriptif, uji normalitas, uji linearitas, dan analisis regresi linear sederhana dengan bantuan IBM SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen waktu menghafal dan kualitas hafalan Al-Qur’an peserta didik secara umum berada pada kategori tinggi. Namun,hasil analisis regresi linear sederhana memperoleh nilai signifikansi sebesar 0,338 > 0,05), sehingga menunjukkan bahwa manajemen waktu menghafal tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kualitas hafalan Al-Qur’an peserta didik pada mata pelajaran Al-Qur’an Hadis di MTsN 2 Kampar. Dengan demikian, hipotesis alternatif ditolak dan hipotesis nol diterima. Temuan ini menunjukkan bahwa kualitas hafalan Al-Qur’an tidak hanya dipengaruhi oleh manajemen waktu menghafal, tetapi juga oleh faktor-faktor lain seperti kemampuan individu, motivasi belajar, metode menghafal, intensitas murojaah, dan lingkungan belajar