Abstrak
Perubahan kondisi ekonomi makro dan dinamika pasar keuangan berpengaruh terhadap pergerakan imbal hasil Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) sebagai salah satu instrumen pembiayaan negara berbasis syariah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh risiko pasar, likuiditas, dan inflasi terhadap imbal hasil Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) di Indonesia tahun 2022–2025, baik secara parsial maupun simultan. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan asosiatif (kausal). Data yang digunakan merupakan data sekunder berbentuk time series bulanan selama periode Januari 2022 sampai Desember 2025 sebanyak 48 observasi yang diperoleh dari Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan Republik Indonesia, Bank Indonesia (BI), dan Badan Pusat Statistik (BPS). Teknik analisis data menggunakan analisis regresi linear berganda dengan bantuan program IBM SPSS Statistics. Sebelum dilakukan pengujian hipotesis, data diuji melalui uji asumsi klasik yang meliputi uji normalitas, multikolinearitas, heteroskedastisitas, dan autokorelasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial risiko pasar tidak berpengaruh signifikan terhadap imbal hasil SBSN, likuiditas juga tidak berpengaruh signifikan terhadap imbal hasil SBSN, sedangkan inflasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap imbal hasil SBSN. Secara simultan, risiko pasar, likuiditas, dan inflasi berpengaruh signifikan terhadap imbal hasil Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) di Indonesia periode 2022–2025.