Abstrak
Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh entrepreneur education dan working experience terhadap entrepreneurial competencies pada pelaku UMKM Muslim milenial di Kota Bukittinggi dengan religiosity sebagai variabel moderasi. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pengembangan kompetensi kewirausahaan untuk meningkatkan daya saing UMKM, sementara hasil penelitian terdahulu mengenai peran pendidikan kewirausahaan, pengalaman kerja, dan religiusitas masih menunjukkan temuan yang beragam. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan melibatkan 320 pelaku UMKM Muslim milenial yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS) melalui SmartPLS 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa entrepreneur education, working experience, dan religiosity berpengaruh positif dan signifikan terhadap entrepreneurial competencies. Selain itu, religiosity terbukti memperkuat pengaruh entrepreneur education terhadap entrepreneurial competencies, tetapi memperlemah pengaruh working experience terhadap entrepreneurial competencies. Temuan ini mengindikasikan bahwa nilai-nilai religius berperan sebagai quasi moderator dalam hubungan antara modal manusia dan kompetensi kewirausahaan. Penelitian ini memperluas pengembangan Human Capital Theory melalui integrasi dimensi spiritual sebagai faktor kontekstual yang memengaruhi pembentukan kompetensi kewirausahaan pada pelaku UMKM Muslim milenial. Secara praktis, hasil penelitian memberikan implikasi bagi pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan lembaga pelatihan untuk merancang program pengembangan kewirausahaan yang mengintegrasikan pendidikan kewirausahaan, pengalaman praktis, serta penguatan nilai-nilai religius guna meningkatkan daya saing dan keberlanjutan UMKM.