Lewati ke konten utama
Beranda / Publikasi / Thesis
ThesisOpen AccessTerbit 2026Versi 1

Sinkretisme Islam dalam Tradisi Bele Kampong Kepulauan Riau Perspektif Teologi Lokal Kontekstual

Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir•Aqidah dan Filsafat Islam - S2•7 dilihat · 4 unduhan

Abstrak

ABSTRAK Tesis ini berjudul “Sinkretisme Islam dalam Tradisi Bele Kampong Kepulauan Riau Perspektif Teologi Lokal Kontekstual” disusun oleh Devina Novela, NIM 40124011, Program Studi Magister Aqidah dan Filsafat Islam, Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah, UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi 2026. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh realitas keberagamaan masyarakat Melayu Kepulauan Riau yang tidak dapat dipisahkan dari tradisi dan adat istiadat lokal yang telah hidup secara turun-temurun. Salah satu tradisi yang masih dijalankan hingga saat ini adalah tradisi Bele Kampong, yang di dalamnya memuat berbagai simbol, ritual, dan nilai sosial-keagamaan. Dalam perkembangannya, tradisi ini kerap dipahami secara dikotomis antara adat dan ajaran Islam, sehingga menimbulkan anggapan adanya pertentangan antara praktik budaya lokal dan prinsip teologi Islam. Padahal, dalam konteks masyarakat lokal, tradisi Bele Kampong justru dipahami sebagai bagian dari ekspresi keberislaman yang kontekstual dan membumi. Rumusan masalah dalam tesis ini adalah: bagaimana prosesi tradisi Bele Kampong di Desa Lubuk Kepulauan Riau? Bagaimana nilai-nilai teologi lokal yang terkandung dalam tradisi Bele Kampong? Dan bagaimana bentuk sinkretisme nilai-nilai Islam dan budaya dalam tradisi Bele Kampong ditinjau dari perspektif teologi lokal kontekstual. Adapun batasan masalah difokuskan pada analisis sinkretisme Islam dalam tradisi Bele Kampong dengan menggunakan pendekatan teologi lokal kontekstual. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan kualitatif deskriptif dan metode etnografi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipan, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas tokoh adat, tokoh agama, serta masyarakat yang terlibat langsung dalam pelaksanaan tradisi Bele Kampong di Desa Lubuk, Kecamatan Kundur, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau. Hasil penelitian menunjukkan: pertama, prosesi tradisi Bele Kampong terdiri atas tahapan pra pelaksanaan, pelaksanaan, dan penutup yang dilaksanakan secara kolektif dan sarat makna religius. Kedua, tradisi Bele Kampong mengandung nilai-nilai teologi lokal seperti kosmogoni, mitologi, ritual, simbolisme, konsep alam, serta etika dan moralitas yang berfungsi sebagai pedoman kehidupan sosial dan spiritual masyarakat. Ketiga, sinkretisme yang terjadi dalam tradisi Bele Kampong tidak bersifat menyimpang dari ajaran Islam, melainkan merupakan bentuk kontekstualisasi nilai-nilai Islam dalam budaya lokal masyarakat Melayu. Tradisi Bele Kampong berfungsi sebagai media integrasi antara adat dan agama yang menjaga harmoni sosial, spiritual, dan keberlanjutan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan masyarakat setempat. Kata Kunci: Sinkretisme Islam, Tradisi Bele Kampong, Teologi Lokal Kontesktual, Budaya Melayu Kepulauan Riau, Integrasi Adat dan Agama.

Kata kunci

Kata Kunci: Sinkretisme Islam, Tradisi Bele Kampong, Teologi Lokal Kontesktual, Budaya Melayu Kepulauan Riau, Integrasi Adat dan Agama.

Informasi bibliografis

Versi dan riwayat publik

  1. Versi 1Sinkretisme Islam dalam Tradisi Bele Kampong Kepulauan Riau Perspektif Teologi Lokal Kontekstual2026 · oai:ais:skripsi:20098