Abstrak
Tesis atas nama Kuntum Khaira A.M, Nim. 10224011 yang berjudul, “Kontribusi Manajemen Strategik dan Sumber Daya Manusia Terhadap Daya Saing di Sekolah PKBM Bukittinggi”, Program Studi Manajemen Pendidikan Islam, Pascasarjana, Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi Tahun 2026. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tuntutan peningkatan daya saing lembaga pendidikan nonformal, khususnya Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) di Kota Bukittinggi, yang mensyaratkan pengelolaan manajemen strategik yang efektif dan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang unggul. Fakta empiris menunjukkan bahwa kedua aspek tersebut belum dioptimalkan secara sistematis sehingga berdampak pada capaian daya saing lembaga. Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis kontribusi manajemen strategik dan sumber daya manusia terhadap daya saing sekolah PKBM Bukittinggi, baik secara parsial maupun simultan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode asosiatif. Sampel sama dengan populasi dengan jumlah responden (n = 65). Data dikumpulkan melalui kuesioner tertutup dan dianalisis menggunakan regresi linear berganda. Hasil pengujian menunjukkan bahwa: (1) secara parsial, manajemen strategik berpengaruh signifikan terhadap daya saing dengan nilai t hitung = (3,910) > t tabel = (1,66980) dan Sig. = (0,000) 0,05; (2) sumber daya manusia berpengaruh signifikan terhadap daya saing dengan nilai t hitung = (14,012) > t tabel = (1,66980) dan Sig. = (1,66980) 0,05; serta (3) secara simultan, manajemen strategik dan sumber daya manusia berpengaruh signifikan terhadap daya saing dengan nilai F hitung = (100,570) > F tabel = (3,15) dan Sig. = (0,000) 0,05. Nilai koefisien determinasi menunjukkan R² = (75,7%), yang berarti kontribusi kedua variabel terhadap daya saing sebesar (75,7%), sementara (24,3%) sisanya dijelaskan oleh variabel lain di luar model. Temuan ini menegaskan bahwa peningkatan daya saing PKBM Bukittinggi secara signifikan ditentukan oleh penguatan manajemen strategik yang terarah dan pengembangan SDM yang berkelanjutan. Implikasinya, pimpinan lembaga perlu memprioritaskan perumusan strategi berbasis analisis lingkungan serta peningkatan kompetensi dan kinerja SDM sebagai faktor kunci keunggulan kompetitif.