Abstrak
Skripsi ini disusun oleh Intan Permata Sari dengan Nim 3222027 Program Studi Ekonomi Islam Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Islam Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi. Mengangkat judul skripsi Strategi Petani Dalam Meningkatkan Produksi Padi Di Kecamatan Kamang Magek Kabupaten Agam Penelitian ini dilatarbelakangi oleh terjadinya penurunan produksi dan produktivitas padi di Kecamatan Kamang Magek Kabupaten Agam selama beberapa tahun terakhir. Kondisi tersebut berpotensi mempengaruhi pendapatan dan kesejahteraan petani sehingga diperlukan upaya untuk mengetahui strategi yang dilakukan petani dalam meningkatkan produksi padi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi petani dalam meningkatkan produksi padi di Kecamatan Kamang Magek Kabupaten Agam. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari petani padi sebagai informan utama serta pihak Badan Penyuluhan Pertanian (BPP) dan perangkat kecamatan sebagai informan pendukung. Teknik pemilihan informan menggunakan purposive sampling. Data yang diperoleh dianalisis melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa petani di Kecamatan Kamang Magek menerapkan berbagai strategi untuk meningkatkan produksi padi, yaitu melalui penggunaan benih, penggunaan pupuk, pengendalian hama dan penyakit, pemanfaatan alat dan mesin pertanian, serta pengelolaan irigasi. Dalam penggunaan benih, petani memilih benih yang sesuai dengan kondisi lahan, ketahanan terhadap hama, umur panen, dan kualitas hasil yang diinginkan, seperti benih Kuruik Kusuik, Solok, Putiah Lamo, Anak Daro, dan Cisokan. Dalam penggunaan pupuk, petani memanfaatkan pupuk kimia dan organik sesuai kebutuhan tanaman, meskipun penerapan tepat dosis dan tepat waktu belum sepenuhnya sesuai dengan anjuran. Pengendalian hama dan penyakit dilakukan melalui pemantauan rutin, penggunaan pestisida, serta pembersihan lahan. Pemanfaatan alat dan mesin pertanian, terutama traktor, membantu meningkatkan efisiensi pengolahan lahan dan mengurangi kebutuhan tenaga kerja. Sementara itu, pengelolaan irigasi dilakukan dengan mengatur penggunaan air sesuai kondisi lahan dan ketersediaan sumber air. Namun, keterbatasan irigasi dan ketersediaan pupuk masih menjadi kendala yang dihadapi petani dalam meningkatkan produksi padi. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa strategi yang diterapkan petani telah berperan dalam mendukung peningkatan produksi padi, meskipun masih terdapat beberapa kendala yang memerlukan dukungan dari pemerintah dan instansi terkait, terutama dalam penyediaan sarana irigasi dan pupuk yang memadai.