Lewati ke konten utama
Beranda / Publikasi / Thesis
ThesisOpen AccessTerbit 2026Versi 1

Pendidikan Anak dalam Islam menurut Syekh Ali Jaber dan Buya Hamka

Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir•Pendidikan Agama Islam•7 dilihat · 4 unduhan

Abstrak

Eva Sasmita (2122216). ”Konsep Pendidikan Anak dalam Islam Menurut Syekh Ali Jaber dan Buya Hamka”. Program Studi Pendidikan Agama Islam. Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan. Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi 2026 M/1447 H. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena merosotnya pendidikan Islami pada anak sejak dini. Mengingat pentingnya peran orang tua sebagai pendidik utama, diperlukan rujukan pemikiran dari tokoh ulama yang relevan untuk memperkuat fondasi pendidikan agama sejak dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, menganalisis serta melihat perbandingan konsep pendidikan anak dalam Islam baik dari segi aqidah, ibadah, dan akhlak anak menurut Syekh Ali Jaber dan Buya Hamka. Jenis penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (library research). Sumber data primer dalam penelitian ini mencakup buku-buku dari pemikiran Syekh Ali Jaber dan Buya Hamka. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan analisis isi (content analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Konsep pendidikan anak dalam Islam menurut Syekh Ali Jaber, meliputi pendidikan aqidah yaitu mendidik dengan tauhid, mendidik dengan iman, mendidik membaca doa harian. Pendidikan ibadah yaitu mendidik shalat, mendidik membaca dan menghafal Al-Qur’an, mendidik anak disiplin dalam ibadah, mendidik bersedekah. Pendidikan akhlak yaitu menghindari kata negatif yang menghancurkan hati anak seperti mencaci maki, membandingkan, memberikan ajaran salah, memberikan ancaman, melarang sesuatu tanpa sebab, melemahkan semangat anak, mendoakan anak kecelakaan, membuka aib anak. (2) Konsep pendidikan anak dalam Islam menurut Buya Hamka, meliputi pendidikan aqidah yaitu mendidik dengan tauhid, iman, takwa. Pendidikan ibadah yaitu mendidik shalat, membaca Al-Qur’an, disiplin dalam ibadah. Pendidikan akhlak yaitu mendidik dengan berani, jujur, percaya diri dan berani, ikhtiar, menghormati orang tua, mandiri, mendidik sesuai bakat dan kemampuannya, mendidik dengan memelihara mata dan perhiasan. Menghindari kata negatif yang menghancurkan hati anak seperti bersikap kasar, memanjakan anak, mendidik dengan paksaan, mendidik anak dengan ancaman. Persamaan konsep pendidikan anak menurut Syekh Ali Jaber dan Buya Hamka sama-sama dimulai dari pengenalan kepada Allah SWT. Iman yang kokoh adalah kunci utama agar anak tidak terombang-ambing oleh zaman. Perbedaannya Syekh Ali Jaber memfokuskan adalah bagaimana mendekatkan anak pada Al-Qur'an sejak dini menghafal dan mencintai Al-Qur’an. Sedangkan Buya Hamka mendidik anak untuk membentuk insan kamil yang berbudi, mengintegrasikan akal, jiwa, dan amal agar anak memiliki keteguhan tauhid yang logis dan tidak ikut-ikutan (taklid).

Informasi bibliografis

Versi dan riwayat publik

  1. Versi 1Pendidikan Anak dalam Islam menurut Syekh Ali Jaber dan Buya Hamka2026 · oai:ais:skripsi:19979