Abstrak
Aisyah Fadlah Nim 2122010. Skripsi “Pembentukan Kepribadian Santri Menghadapi Dampak Era Digital di Pondok Pesantren Darul Falah Sungai Tanang Kabupaten Pasaman Barat” Program Studi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan UIN SJECH M. Djamil Djambek Bukittinggi 2026 M/ 1447 H. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tantangan era digital yang memberikan pengaruh besar terhadap kehidupan santri, baik dari segi perilaku, pola pikir, maupun penggunaan teknologi dalam kehidupan sehari-hari. Kondisi tersebut menuntut adanya upaya pembentukan kepribadian santri agar mampu bersikap bijak, bertanggung jawab, dan terarah dalam menghadapi perkembangan teknologi digital di lingkungan pondok pesantren. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini meliputi pimpinan pondok pesantren, kepala asrama. pembina/asrama, ustadz/ustadzah dan santri. Teknik analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembentukan kepribadian santri dalam menghadapi era digital dilakukan melalui berbagai upaya, antara lain pengawasan dan pembatasan penggunaan perangkat digital, pemberian arahan dan pembinaan oleh pembina asrama, keteladanan dari pimpinan dan ustadz serta ustadzah, serta penerapan aturan pondok pesantren terkait penggunaan teknologi. Faktor pendukung dalam pembentukan kepribadian santri meliputi lingkungan pondok pesantren yang terkontrol, peran aktif pembina, serta adanya aturan yang jelas. Adapun faktor penghambatnya meliputi pengaruh lingkungan luar pesantren, latar belakang santri yang beragam, serta perkembangan teknologi digital yang semakin pesat. Dengan demikian, pembentukan kepribadian santri dalam menghadapi era digital memerlukan kerja sama antara pimpinan pondok pesantren, pembina, dan santri agar penggunaan teknologi digital dapat berjalan secara positif dan tidak menyimpang dari tujuan pendidikan pesantren.