Abstrak
Generasi Z atau generasi muda saat ini sering disebut sebagai strawberry generation yang dicirikan dengan mental yang lemah, daya juang yang rendah, dan cenderung menghindari konflik serta tanggung jawab yang berat. Fenomena ini timbul karena dipicu oleh pola asuh orang tua yang overprotektif, sistem pendidikan yang kurang membangun ketangguhan anak, serta lingkungan interaksi dan komunikasi yang tidak sehat, baik di kehidupan nyata maupun di dunia digital. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi solusi Qur'ani terhadap strawberry generation melalui penafsiran kontemporer terhadap Q.S. an-Nisa' [4]: 9. Analisis penelitian dilakukan dengan menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan dengan menjadikan penafsiran dari Muhammad Abduh dalam Tafsir al-Manar, Sayyid Thanthawi dalam Tafsir al-Wasith, Mustafa al-Maraghi dalam Tafsir al-Maraghi, dan Wahbah al-Zuhaili dalam Tafsir al-Munir sebagai sumber rujukan utama. Penelitian ini menggunakan metode tahlili dalam menguraikan makna ayat secara menyeluruh terhadap Q.S. an-Nisa [4]: 9. Data analisis yang digunakan ialah metode analisis isi untuk memahami ayat yang direlevansikan dengan strawberry generation dan solusinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di dalam Q.S. an-Nisa' [4]: 9 tidak hanya berbicara mengenai hukum waris, melainkan juga makna universal mengenai tanggung jawab lintas generasi untuk tidak meninggalkan keturunan dalam keadaan dhi'afa atau lemah. Penafsrian kontemporer dalam ayat ini megidentifikasikan bahwa makna dhi 'afa dapat diperluas maknanya menjadi kelemahan mental dan spiritual yang dialami strawberry generation. Ayat ini menawarkan tiga solusi utama, yakni menumbuhkan kesadaran dan kekhawatiran yang praktis terhadap generasi penerus, menjadikan ketakwaan sebagai fondasi kehatanan mental dan spiritual, dan menerapkan komunikasi yang sadida atau edukatif dalam interaksi sehari-hari. Ketiga solusi yang ditawarkan tersebut membentuk kerangka yang menyeluruh dalam membangun generasi yang tangguh dan dapat meminimalisir strawberry generation. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi orang tua, pendidik, pemerintah, dan masyarakat dalam membentuk lingkungan yang mendukung ketangguhan mental generasi muda.