Abstrak
Najela Khairani Rahman. 2421080. (2026). Analisis Kesalahan Umum Siswa Dalam Menyelesaikan Sistem Persamaan Linier Dua Variabel (SPLDV) Pada Soal Numerasi. Skripsi. Program Studi Pendidikan Matematika. Fakultas Tarbiyah Dan Ilmu Keguruan (FTIK). Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi. Dosen Pembimbing I Nola Nari, S.Si, M.Pd, Dosen Pembimbing II Gema Hista Medika, M.Si dan Dosen Pembimbing III Iltavia, M.Pd. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh banyaknya siswa yang menghadapi hambatan ketika menuntaskan soal numerasi di materi sistem persamaan linier dua variabel (SPLDV). Kendala tersebut teridentifikasi dengan timbulnya beragam kesalahan, secara teoretis ataupun tata cara, khususnya sewaktu mengonversi soal narasi contextual menuju representasi matematis. Riset tersebut bermaksud memaparkan bentuk kesalahan yang diperbuat pelajar tingkat VIII MTsN 6 Lima Puluh Kota berlandaskan metode Newman’s Error Analysis (NEA) sekaligus membedah aspek-aspek pemicunya terjadinya kesalahan tersebut. Jenis riset ini merupakan riset kualitatif deskriptif memakai desain case study. Seubjek riset diperoleh dari siswa kelas VIII.5 yang lantas diklasifikasikan ke dalam strata kompetensi unggul, menengah, serta minim. Instrumen pokok ialah pengamat pribadi, didukung oleh tes numerasi serta panduan interview. Prosedur pemrosesan informasi dijalankan dengan penyusutan data, pemaparan data, serta formulasi konklusi. Temuan riset menunjukkan yakni kesalahan siswa bervariasi berdasarkan tingkat kesalahan Newman. Pada tahap membaca (Reading), siswa secara umum mampu membaca teks, namun terdapat kendala literasi semantik pada pemahaman istilah konteks. Kesalahan memahami masalah (Comprehension) menjadi titik krusial kegagalan siswa berkemampuan rendah yang tidak mampu mengidentifikasi informasi "diketahui" dan "ditanya". Kesalahan transformasi (Transformation) dominan dialami siswa berkemampuan rendah yang gagal memodelkan bahasa verbal ke simbol matematika. Kesalahan keterampilan proses (Process Skill) pada siswa tinggi dan sedang cenderung karena ketidaktelitian (slips), sedangkan pada siswa rendah disebabkan ketidaktahuan prosedur (bugs). Kesalahan penulisan jawaban akhir (Encoding) berlangsung sebab lupa menuliskan satuan/kesimpulan atau manajemen waktu yang buruk. Kemudian berdasarkan tingkat kesalahan Newman ditemukan faktor penyebab kesalahan meliputi kurangnya pemahaman konsep dasar aljabar, kelemahan prosedural, ketidaktelitian, rendahnya self-efficacy (keyakinan diri), serta kurangnya pengalaman dalam mengerjakan soal numerasi yang kompleks.