Lewati ke konten utama
Beranda / Publikasi / Thesis
ThesisOpen AccessTerbit 2026Versi 1

Studi Komparatif Penafsiran Ibnu Taimiyah Dan Fakhruddin Ar-Razi Tentang Istiwa' (Q.S. Thaha[20]: 5)

Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir•Ilmu Al Qur'an dan Tafsir•7 dilihat · 5 unduhan

Abstrak

Muhammad Arif, NIM 4122045. Judul Skripsi: “Studi Komparatif Penafsiran Ibnu Taimiyah Dan Fakhruddin Ar-Razi Tentang Istiwa’ (Q.S. Thaha[20]: 5)”. Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukitinggi, Tahun 2026. Istiwa’ adalah salah satu ayat yang termasuk kepada jenis ayat-ayat mutasyabihat. Maksudnya ayat tersebut mengandung makna yang akal manusia tidak mampu sepenuhnya memahaminya. Istiwa’ memiliki kedudukan penting dalam pemahaman akidah untuk mengenal sifat Allah. Ketika Allah mengisyaratkan dirinya istiwa’ diatas ‘arsy menunjukkan keagungan dan kemuliaan yang sangat sempurna tidak sedikit pun terdapat kecacatn serta kekuasaan Allah atas segala sesuatu yang Ia ciptakan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan penafsiran istiwa’ antara Ibnu Taimiyah dan Fakhruddin Ar-Razi, dan Implikasi penafsiran keduanya dalam pemahaman akidah, khususnya pada ayat istiwa’ Q.S. Thaha[20]: 5. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif terhadap studi komparatif penafsiran istiwa’ antara Ibnu Taimiyah dan Fakhruddin Ar-Razi dan melakukan pengulasan latarbelakang teologis yang membentuk metodologi dan penafsiran keduanya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Ibnu Taimiyah dengan metode itsbat bila kayf yaitu dengan tetap menjaga otoritas teks nash dalam menyampaikan pesan ilahi disertai tanpa adanya kayf, tamtsil, dan ta’thil sehingga tidak melangar tanzih bagi Allah, begitu juga Fakhruddin Ar-Razi dengan metode takwilnya yang mengalihkan makna dzohir pada teks kepada makna yang pantas bagi keagungan dan kemuliaan Allah dan tidak melangar tanzih bagi Allah. Implikasi perbedaan penafsiran tersebut terhadap pemahaman akidah dalam menjaga tanzih bagi Allah menunjukkan keragaman metode dalam khazanah keilmuan Islam yang dapat memperluas sudut pandang pada tradisi keilmuan Islam yang dapat saling melengkapi.

Kata kunci

Istiwa’, Ibnu Taimiyah, Fakhruddin Ar-Razi, Q.S. Thaha[20]: 5, Komparatif

Informasi bibliografis

Versi dan riwayat publik

  1. Versi 1Studi Komparatif Penafsiran Ibnu Taimiyah Dan Fakhruddin Ar-Razi Tentang Istiwa' (Q.S. Thaha[20]: 5)2026 · oai:ais:skripsi:19443