Lewati ke konten utama
Beranda / Publikasi / Thesis
ThesisOpen AccessTerbit 2026Versi 1

Relasi Suami Istri dalam QS. at-Tahrim dan Relevansinya dengan Sistem Matrilineal di Minangkabau (Kajian Maudhu’i)

Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir•Ilmu Al Qur'an dan Tafsir•12 dilihat · 8 unduhan

Abstrak

Skripsi ini berjudul “Relasi Suami Istri dalam QS. at-Tahrim dan Relevansinya dengan Sistem Matrilineal di Minangkabau (Kajian Maudhu’i)” Program Studi Ilmu al-Qur’an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi. Skripsi ini mengkaji tentang bagaimana relasi suami istri yang ada dalam surah at-Tahrim dengan mengaitkan pada sistem matrilineal di Minangkabau. Rumah tangga dalam Islam memiliki kedudukan yang sangat mulia karena menjadi fondasi utama dalam pembentukan masyarakat yang berakhlak dan sejahtera. Keharmonisan relasi suami istri berperan penting dalam mewujudkan keluarga sakinah, mawaddah, wa raḥmah, namun dalam praktiknya masih sering ditemukan ketimpangan peran dan tanggung jawab yang berpotensi menimbulkan konflik, khususnya ketika dipengaruhi oleh budaya dan pemahaman gender yang keliru. Salah satu masyarakat yang memiliki karakteristik khas dalam relasi rumah tangga adalah masyarakat Minangkabau dengan sistem kekerabatan matrilineal yang menempatkan suami sebagai sumando dalam keluarga istri. Kondisi ini menimbulkan dinamika tersendiri dalam relasi suami istri. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep relasi suami istri dalam QS. at-Tahrim serta relevansinya dengan sistem matrilineal masyarakat Minangkabau. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan tafsir tematik (mauḍū’i), melalui pengumpulan dan analisis ayat-ayat al-Qur’an yang berkaitan dengan relasi keluarga, khususnya dalam QS. at-Tahrim, serta didukung oleh penafsiran para Mufasir Minangkabau. Hasil kajian menunjukkan bahwa QS. at-Tahrim menekankan pentingnya tanggung jawab bersama antara suami dan istri dalam menjaga diri dan keluarga dari keburukan, dengan landasan ketakwaan, keadilan, dan kasih sayang. Relasi suami istri yang ideal bukanlah relasi dominatif, melainkan relasi yang seimbang, saling melengkapi, dan bekerja sama dalam menjalankan peran dan tanggung jawab keluarga. Nilai-nilai tersebut memiliki relevansi dengan prinsip dasar masyarakat Minangkabau yang menjunjung tinggi musyawarah, kerja sama, dan keseimbangan peran, meskipun tetap memerlukan pemahaman yang tepat agar tercipta keadilan dan keharmonisan dalam rumah tangga.

Kata kunci

Kata kunci: Minangkabau, QS. at-Tahrim, Relasi suami istri

Informasi bibliografis

Versi dan riwayat publik

  1. Versi 1Relasi Suami Istri dalam QS. at-Tahrim dan Relevansinya dengan Sistem Matrilineal di Minangkabau (Kajian Maudhu’i)2026 · oai:ais:skripsi:19399

Publikasi terkait