Abstrak
Skripsi ini berjudul “Analisis Dampak Penambangan Emas terhadap Kelestarian Lingkungan dan Ekonomi Masyarakat dalam Perspektif Pembangunan Berkelanjutan pada Masyarakat Lubuk Ulang Aling Selatan Kabupaten Solok Selatan”, yang ditulis oleh Sri Wahyuni, NIM. 3222125 Program Studi Ekonomi IslamFakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak aktivitas penambangan emas terhadap kelestarian lingkungan dan kondisi ekonomi masyarakat, serta menelaah sejauh mana prinsip pembangunan berkelanjutan diterapkan dalam aktivitas penambangan di Nagari Lubuk Ulang Aling Selatan, Kabupaten Solok Selatan. Aktivitas penambangan emas di wilayah ini memberikan kontribusi ekonomi yang signifikan bagi masyarakat, namun di sisi lain menimbulkan berbagai permasalahan lingkungan yang berpotensi merugikan dalam jangka panjang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan analitis. Data diperoleh melalui observasi lapangan, wawancara dengan informan kunci, serta dokumentasi dari berbagai sumber yang relevan. Informan dalam penelitian ini meliputi aparatur nagari dan pihak yang memahami kondisi sosial, ekonomi, serta lingkungan di lokasi penelitian. Teknik analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas penambangan emas berdampak negatif terhadap kelestarian lingkungan, antara lain berupa kerusakan lahan, pencemaran air sungai, penurunan tutupan vegetasi, serta meningkatnya risiko bencana ekologis seperti banjir dan longsor. Dari sisi ekonomi, penambangan emas memberikan dampak positif berupa peningkatan pendapatan masyarakat, terbukanya lapangan kerja, dan berkembangnya usaha mikro di sekitar lokasi tambang. Namun demikian, ketergantungan masyarakat terhadap sektor penambangan menciptakan ketidakstabilan ekonomi karena pendapatan yang tidak menentu dan minimnya alternatif mata pencaharian yang berkelanjutan. Ditinjau dari perspektif pembangunan berkelanjutan, aktivitas penambangan emas di Nagari Lubuk Ulang Aling Selatan belum sepenuhnya memenuhi prinsip keseimbangan antara aspek ekonomi, lingkungan, dan sosial. Oleh karena itu, diperlukan upaya pengelolaan penambangan yang lebih berkelanjutan melalui penguatan regulasi, pengawasan lingkungan, reklamasi lahan pasca tambang, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat agar manfaat ekonomi dapat dirasakan tanpa mengorbankan kelestarian lingkungan dan kesejahteraan generasi mendatang.