Lewati ke konten utama
Beranda / Publikasi / Thesis
ThesisOpen AccessTerbit 2026Versi 1

Penanganan Perilaku Nusyuz Dalam Tafsir Al-Maraghi Dan Tafsir Al-Munir (Studi Komparatif Al-Qur’an Surah An-Nisa’ Ayat 34 Dan 128)

Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir•Ilmu Al Qur'an dan Tafsir•11 dilihat · 2 unduhan

Abstrak

ABSTRAK Skripsi ini berjudul “Penanganan Perilaku Nusyuz Dalam Tafsir Al-Maraghi Dan Tafsir Al-Munir (Studi Komparatif Al-Qur’an Surah An-Nisa’ Ayat 34 Dan 128).” Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah UIN Sjeh M. Djamil Djambek Bukittinggi 2026. Skripsi ini dilatar belakangi oleh perilaku nusyuz yang menjadi masalah nyata dalam relasi suami istri, merupakan yang sering menjadi benang merah pemicu konflik rumah tangga, keretakan, bahkan perceraian. Al-Qur’an membahas persoalan ini dalam dua konteks, yaitu nusyuz istri QS. an-Nisa ayat 34, dan nusyuz suami QS. an-Nisa ayat 128 Penelitian ini berangkat dari adanya perbedaan pandangan ke dua mufassi, dalam memahami dan menagani perilaku nusyuz, al-Maraghi menekankan pendekatan sosial, moral, dan perdamaian, sedangkan Wahbah az-Zuhaili menekankan pendekatan hukum. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan metode (librariy research), atau penelitian kepustakaan. Penelitian ini menggunakan Pendekatan muqarran atau komparatif. Hasil penelitian adalah membandingkan penafsiran al-Maraghi dan Wahbah az-Zuhaili tentang penangnan perilaku nusyuz dalam Qur’an surah an-Nisa’ ayat 34 dan 128. Menurut al-Maraghi nusyuz istri pada ayat 34, dimaknai sebagai kesombongan dan ketidak patuhan istri terhadap hak suami. Sedangkan ayat pada ayat 128 sebagai kesombongan suami terhadap istri. Wahbah az-Zuhaili memaknai nusyuz istri pada ayat 34, sebagai pembangkangan istri yang ditandai indikator-indikator tertentu, dan pada nusyuz suami ayat 128, sebagai sikap acuh tak acuh suami terhadap istri. Pada tahap penanganan nusyuz, kedua mufassir sepakat bahwa penanganan nusyuz dalam QS. An-Nisa’ ayat 34, dilakukan secara bertahap, nasihat pisah ranjang, memukul, sedangkan penyelesaian nusyuz suami ayat 128, ditempuh melalui sulh (perdamaian). Adapun perbedaannya terletak pada teknis penanganannya di tiap tahapan. Perbedaanya, al-Maraghi cenderung lebih umum dan pendekatan sosial, moral, dan menekankan efek jera, dengan menutamakan sulh, dan kemaslahatan. sedangkan Wahbah az-Zuhaili Kankannkan pendekatan hukum fiqih, dengan batasan ketentuan syari’at. Kata Kunci: Penanganan Nusyuz, Tafsir al-Maraghi, Tafsir al-Munir

Kata kunci

Kata Kunci: Penanganan Nusyuz, Tafsir al-Maraghi, Tafsir al-Munir

Informasi bibliografis

Versi dan riwayat publik

  1. Versi 1Penanganan Perilaku Nusyuz Dalam Tafsir Al-Maraghi Dan Tafsir Al-Munir (Studi Komparatif Al-Qur’an Surah An-Nisa’ Ayat 34 Dan 128)2026 · oai:ais:skripsi:19271