Lewati ke konten utama
Beranda / Publikasi / Thesis
ThesisOpen AccessTerbit 2026Versi 1

Analisis Semiotika Dalam Prosesi Adat Manopot Kahanggi Pada Jorong Sarasah Botung Kabupaten Pasaman Barat

Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir•Komunikasi dan Penyiaran Islam•5 dilihat · 2 unduhan

Abstrak

ABSTRAK Skripsi ini berudul “Analisis semiotika dalam prosesi adat manopot kahanggi pada Jorong Sarasah Botung Kabupaten Pasaman Barat” yangdituliskan oleh Annisa Rahma Dini dengan NIM 4322009, merupakan mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam, Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah, Universitas Islam Negri Syejch M. Djamil Djambek Bukittinggi. Adapun penelitian ini disusun sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana (S.Sos). Latar belakang penelitian ini berdasarkan fenomene perpindahan dan percampuran sebuah kebudayaan yang terjadi antara adat Mandailing dan juga adat Minagkabau di Kabupaten Pasaman Barat. Fenomena yang muncul ini mengakibatkan perubahan dalam sistem sosial dan pelaksanaan adatnya, termasuk dalam tradisi adat Manopot Kahanggi. Tradisi ini bukan hanya sebuah prosesi adat pengangkatan kerabat, tetapi mengandung simbol-simbol adat yang memiliki makna. Oleh karena itu teori semiotika Roland Barthes digunakan untuk mengkaji makna denotasi, konotasi dan mitos yang terkandung pada setiap simbol-simbol adat. Adapun tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui dan menganalisis makna pada setiap simbolyang terdapat dalam prosesi adat Manopot Kahanggi berdasarkan teori semiotika Roland Barthes. Adapun penelitian ini mengunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Adapun lokasi penelitian berada di Jorong Sarasah Botung, Kecamatan Sungai Aur, Kabupaten Pasaman Barat. Metode pengumpulan data yang dilakukan dengan cara observasi langsung di lapangan, wawanca dengan toko adat dan masyarakat, serta dokumentasi terkait pelaksanaan tradisi adat Manopot Kahanggi. Analisis data dengan cara reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan untuk keabsahan data diuji melalui teknik trigulasi sumber untuk memastikan kredibilitas data yang diperoleh oleh peneliti. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwasannya prosesi adat Manopot Kahanggi di Jorong sarasah Botung ini mengandung simbol adat yang di bagi menjadi dua yaitu simbol penyambutan dan juga simbol syarat. Simbol penyambutan memiliki fungsi secara denotasi sebagai tanda penerimaan calon mempelai laki-laki, sedangkan secara konotasi memiliki menampilkan nilai tanggung jawab kesungguhan calon laki-laki. Sedangkan simbol syarat dalam manopot kahanggi ini secara denotasi ialah menunjukkan kewajiban adat yang harus dipenuhi sebelum memulai ritual adat. Sedangkan secara konotasi menunjukkan nilai tanggung jawab, kesungguhan dan kesiapan calon mempelai laki-laki untuk masuk dan berinteraksi dalam sistem sosial masyarakat.

Informasi bibliografis

Versi dan riwayat publik

  1. Versi 1Analisis Semiotika Dalam Prosesi Adat Manopot Kahanggi Pada Jorong Sarasah Botung Kabupaten Pasaman Barat2026 · oai:ais:skripsi:19269