Abstrak
Penelitian ini berangkat dari keterbatasan kesempatan kerja yang mendorong perlunya penguatan kemandirian ekonomi masyarakat melalui aktivitas kewirausahaan. Dalam konteks tersebut, pendidikan nonformal dan pelatihan kewirausahaan memiliki peran strategis dalam membekali individu dengan pengetahuan, keterampilan, serta dorongan internal untuk menciptakan usaha secara mandiri. Kajian ini diarahkan untuk menelaah keterkaitan antara proses pembekalan keterampilan dan aktivitas edukatif dengan dorongan kewirausahaan warga belajar pada sebuah lembaga pembelajaran nonformal. Telaah dilakukan melalui pendekatan numerik dengan pemanfaatan model regresi linier majemuk sebagai alat analisis utama. Informasi empiris dihimpun menggunakan instrumen angket, kemudian diolah melalui tahapan pengujian awal, penelaahan asumsi statistik, serta verifikasi dugaan penelitian. Temuan kajian memperlihatkan bahwa kegiatan pelatihan memberikan dampak konstruktif dan bermakna terhadap gairah berwirausaha, sejalan dengan peranan pendidikan yang juga menunjukkan pengaruh nyata. Secara kolektif, kedua variabel tersebut terbukti memiliki daya dorong yang substansial dalam menumbuhkan motivasi kewirausahaan peserta. Temuan ini menegaskan pentingnya sinergi pendidikan dan pelatihan sebagai upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui kewirausahaan.