Lewati ke konten utama
Beranda / Publikasi / Thesis
ThesisOpen AccessTerbit 2026Versi 1

Makna Istiwa' Menurut Wahbah az-Zuhaili dalam Kitab Tafsir al-Munir dan Relevansinya dengan Tauhid Q.S al-Baqarah Ayat 29

Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir•Ilmu Al Qur'an dan Tafsir•7 dilihat · 2 unduhan

Abstrak

Muhammad Randi, NIM 4122030. Judul Skripsi: "Makna Istiwa’ Menurut Wahbah az-Zuhaili dalam Kitab Tafsir al-Munir dan Relevansinya dengan Tauhid Q.S al-Baqarah Ayat 29 ." Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi, Tahun 2026. Istiwa’ adalah ayat yang termasuk pada kategori ayat-ayat mutasyabihat. Artinya, ayat tersebut memiliki makna yang tidak dapat dipahami secara sepenuhnya oleh akal manusia. Istiwa’ juga memiliki kedudukan penting dalam pembahasan atau mengenai sifat Allah Swt. Ketika Allah menyebutkan istiwa’ di atas arsy, itu menunjukkan keagungan, kemuliaan, dan kekuasaan Allah Swt atas seluruh alam semesta. Penelitian ini bertujuan untuk menganaalisis Makna Istiwa’ Menurut Wahbah az-Zuhaili dalam Kitab Tafsir al-Munir dan Relevansinya dengan Tauhid Q.S al-Baqarah Ayat 29. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif. Dan mengkaji ayat al-Qur'an yang berkaitan dengan istiwa’. khususnya Q.S al-Baqarah ayat 29 yang ditafsirkan oleh Wahbah az-Zuhaili dalam kitab Tafsir al-Munir. Dan Data dianalisis menggunakan metode deskriptif-analitis untuk memahami makna istiwa’ khususnya Q.S al-Baqarah ayat 29 tersebut serta relevansinya dengan tauhid. Hasil penelitian ini berisi tentang penafsiran istiwa’ dan relevansinya dengan tauhid menurut Wahbah az-Zuhaili bertujuan untuk menjaga prinsip tanzih, yaitu mensucikan Allah Swt dari segala sifat makhluk. Beliau secara tidak langsung tegas menghindari penafsiran yang dapat mengarah pada penyerupaan Allah Swt dengan makhluknya. Dan penelitian ini memiliki relevansi yang sangat erat dengan penguatan tauhid rububiyah. Pemaknaan istiwa’ sebagai pengaturan dan penguasaan menunjukkan bahwa Allah Swt adalah pencipta dan pengendali alam semesta. Dengan demikian, ayat ini menegaskan bahwa tidak ada kekuatan lain yang memiliki wewenang serupa dengan Allah dalam mengatur ciptaan.

Kata kunci

Istiwa', Tafsir al-Munir, Tauhid Uluhiyah, Tauhid Rububiyah, Tauhid Asma Wa Sifat dan Q.S al-Baqarah Ayat 29

Informasi bibliografis

Versi dan riwayat publik

  1. Versi 1Makna Istiwa' Menurut Wahbah az-Zuhaili dalam Kitab Tafsir al-Munir dan Relevansinya dengan Tauhid Q.S al-Baqarah Ayat 292026 · oai:ais:skripsi:19147