Abstrak
Latar belakang penelitian ini adalah Kurangnya pemeliharaan sumber daya alam seperti penggundulan hutan dan merusak aliran sungai dan Banyaknya kemiskinan dan pengangguran di kecamatan kotanopanPenelitian ini merupakan sejenis penelitian lapangan (field research) dengan menggunakan penelitian kualitatif dengan lokasi penelitian ini dilaksanakan di kelurahan pasar kotanopan, kecamatan kotanopan, kabupaten mandailing natal. Provinsi sumatera utara. Jenis dan sumber data data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data dengan cara wawancara, observasi, dokumentasiHasil peneltian menunjukan bawah Pertambangan emas di Kelurahan Pasar Kotanopan memberikan dampak ganda terhadap perekonomian masyarakat. Dari sisi positif, aktivitas ini telah mentransformasi struktur ekonomi masyarakat yang semula bergantung pada sektor pertanian menjadi lebih beragam, dengan sektor pertambangan menyerap 40% dari total angkatan kerja dan meningkatkan pendapatan harian penambang mencapai Rp 100.000-500.000 per hari. Multiplier effect dari aktivitas ini juga menguntungkan sektor-sektor pendukung seperti perdagangan, transportasi, dan jasa. Namun, pertambangan emas juga menimbulkan dampak negatif berupa ketidakstabilan pendapatan akibat sifat aktivitas yang bergantung pada keberuntungan, kesenjangan pendapatan yang menimbulkan ketegangan sosial, serta kerusakan lingkungan terutama pencemaran sungai yang mengancam keberlanjutan ekosistem dan aktivitas ekonomi lainnya. Keadaan ekonomi masyarakat Kecamatan Kotanopan mengalami peningkatan signifikan setelah adanya aktivitas pertambangan emas, yang tercermin dari perubahan nyata dalam kehidupan sehari-hari masyarakat. Peningkatan daya beli masyarakat terlihat dari renovasi rumah, pembelian kendaraan bermotor, kemampuan membayar biaya pendidikan anak tepat waktu, dan konsumsi makanan yang lebih beragam dan bergizi. Namun, kemajuan ekonomi ini diiringi dengan tantangan berupa ketidakpastian pendapatan akibat status ilegal pertambangan, kesenjangan sosial ekonomi antar masyarakat, masalah pengelolaan keuangan yang kurang baik, dan degradasi lingkungan yang berpotensi mengancam keberlanjutan ekonomi jangka panjang.