Abstrak
Sukma Fitria/2421083/2025: “Pengaruh Mathematical Anxiety dan Self Efficacy Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa Kelas IX SMP N 1 Sirombu” Fokus penelitian ini adalah rendahnya kemampuan pemecahan masalah matematis siswa kelas IX di SMP N 1 Sirombu yang dibuktikan dengan banyaknya siswa yang memiliki nilai kemampuan pemecahan masalah matematis yang berada pada kategori rendah. Adapun berdasarkan hasil dari temuan observasi dan wawancara yang telah dilakukan, diperoleh bahwa sebagian besar dari siswa memiliki mathematical anxiety sedangkan sebagian yang lain menunjukkan sikap self efficacy yang baik. Kemampuan pemecahan masalah matematis merupakan kompetensi penting yang harus dikuasai siswa terutama dalam pembelajaran matematika, namun seringkali terhambat oleh faktor psikologis seperti mathematical anxiety dan self efficacy siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian ex post facto dan metode korelasional. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas IX di SMP N 1 Sirombu tahun ajaran 2025/2026 yang berjumlah 117 siswa. Teknik pengambilan sampel menggunakan sampling jenuh, sehingga seluruh populasi dijadikan sampel penelitian. Instrumen penelitian terdiri dari angket mathematical anxiety, angket self efficacy, dan tes kemampuan pemecahan masalah matematis yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Teknik analisis data menggunakan analisis regresi berganda disertai dengan beberapa uji prasyaratnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) terdapat pengaruh negatif dan signifikan mathematical anxiety terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis dengan kontribusi sebesar 27,67%; (2) terdapat pengaruh positif dan signifikan self efficacy terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis dengan kotribusi sebesar 20,88%; dan (3) secara simultan, mathematical anxiety dan self efficacy berpengaruh signifikan terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis dengan kontribusi sebesar 44,89%, sedangkan 55,11% dipengaruhi oleh faktor lain. Penelitian ini menyarankan agar guru memberikan perhatian khusus terhadap aspek psikologis siswa dalam pembelajaran matematika, menciptakan lingkungan belajar yang kondusif untuk mengurangi anxiety, serta mengembangkan strategi pembelajaran yang dapat meningkatkan self efficacy siswa.