Lewati ke konten utama
Beranda / Publikasi / Thesis
ThesisOpen AccessTerbit 2025Versi 1

Tindakan Isteri Tanpa Izin Suami dan Dampaknya Terhadap Keluarga Sakinah di Nagari Sungai Landia Perspektif Hukum Islam

Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir•Hukum Keluarga Islam (Ahwal Syakhshiyyah)•4 dilihat · 3 unduhan

Abstrak

Skripsi ini berjudul "Tindakan Isteri Tanpa Izin Suami dan Dampaknya Terhadap Keluarga Sakinah di Nagari Sungai Landia Perspektif Hukum Islam", yang di tulis oleh Anisa Nurbaiti, Nim 1121.147, Program Studi Hukum Keluarga Islam (Al-Ahwal Al-Syakhshiyyah), Fakultas Syari'ah, Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M Djamil Djambek Bukittinggi Tahun 2025 M/1447 Н. Penulisan skripsi ini dilatarbelakangi karena adanya tindakan seorang isteri meminjam uang untuk memenuhi kebutuhan keluarga tanpa sepengetahuan suami, karena tidak terpenuhinya nafkah oleh suami. Tindakan ini seringkali menimbulkan perselisihan, pertengkaran, dan bahkan berujung pada perpisahan, karena suami merasa tidak dihargai sebagai pemimpin keluarga. Dalam penelitian ini penulis ingin menganalisis bagaimana tindakan isteri tanpa izin suami dan dampaknya terhadap keluarga sakinah, serta meninjau status hukum isteri dalam perspektif hukum Islam. Penelitian ini termasuk penelitian lapangan (Field Reseach) yang bersifat deskriptif kualitatif yaitu penelitian yang langsung terjun ke lapangan dengan mengungkapkan fakta. Dalam pengumpulan data penulis menggunakan metode observasi dan wawancara. Wawancara penulis lakukan dengan informan, seperti tokoh agama, dan masyarakat Nagari Sungai Landia. Teknik analisis data penulis menggunakan metode berfikir deduktif, induktif dan komparatif. Hasil penelitian yang penulis dapatkan, pertama: Pada umumnya tindakan isteri tanpa izin suami yang terjadi di Nagari Sungai Landia adalah tindakan isteri meminjam uang tanpa izin dari suami untuk memenuhi kebutuhan keluarga baik kepada individu atau pada lembaga (PNM Mekaar). Pinjaman yang dilakukan oleh isteri itu tanpa meminta persetujuan dari suaminya, sehingga menimbulkan konflik serta menganggu ketenangan keluarga karena tindakan isteri menimbulkan pertengkaran bahkan sampai pada perceraian. Kedua: Ditinjau dari hukum Islam tindakan isteri belum dapat dikategorikan sebagai nusyuz, karena yang dilakukan itu untuk memenuhi kebutuhan keluarga dikarenakan suaminya tidak bertanggungjawab. Hal ini sesuai dengan kisah Hindun binti 'Utbah yang mengambil uang suaminya tanpa izin, lalu Hindun mengeluh kepada Rasulullah SAW bahwa suaminya Abu Sufyan adalah orang yang pelit, tidak mau memberikan nafkah kepadanya dan anaknya. Kemudian Rasulullah SAW bersabda: "Ambillah dari hartanya sekadar untuk memenuhi kebutuhanmu dan juga anakmu dengan cara yang patt". Jadi, seorang isteri dapat melakukan tindakan tanpa izin suami jika suami tidak mencukupi nafkah keluarga, selagi isteri melakukan sesuai kebutuhan dan tidak berlebih-lebihan

Informasi bibliografis

Versi dan riwayat publik

  1. Versi 1Tindakan Isteri Tanpa Izin Suami dan Dampaknya Terhadap Keluarga Sakinah di Nagari Sungai Landia Perspektif Hukum Islam2025 · oai:ais:skripsi:19033