Abstrak
ABSTRAK Skripsi atas nama Adi Rahman, Nim 4421011, Program Studi Sejarah Peradabaan Islam, Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah, Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi, dengan Judul “Sejarah Metode Pendidikan Tempoyak Kelapa Oleh Syekh Muhammad Yunus (Tuanku Sasak) di Nagari Kapa Pasaman Barat Tahun 1940-1962”. Metode Tempoyak Kelapa adalah sebuah konsep metode pendidikan tradisional islam yang diterapkan oleh Syekh Muhammad Yunus, dimana tempurung kelapa yang sudah dibersihkan kulit luarnya di gunakan sebagai media istirahat bagi para santri saat mereka merasa lelah selama proses belajar. Jika pada umumnya lembaga pendidikan islam memberikan fasilitas yang nyaman, lain halnya dengan metode yang diterapkan oleh Muhammad Yunus. Oleh sebab itu, hal ini menjadi masalah yang unik sehingga layak untuk diteliti. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan sejarah, yakni: Dilakukan pengumpulan data secara observasi, wawancara dengan anak, cucu, menantu, murid dan tokoh akademisi, kemudian pengumpulan arsip serta dokumentasi penelitian. Dari hasil pengumpulan data penulis menemukan dua informan yang layak, yakni: murid serta cucu kemudian anak, menantu dan tokoh akademisi dijadikan sebagai penguat dari kedua informan pokok. Kemudian data yang telah penulis kumpulkan dan kritik, dirangkai menjadi sebuah karya ilmiah. Hasil dari penelitian yang didapatkan bahwa Muhammad Yunus merupakan seorang ulama dan tokoh pendidikan islam yang lahir di Nagari Kapa, tanggal 18 September 1879 dari pasangan Abdul Latif dan Lukiah. Beliau mengenyam pendidikan di Padang Pariaman serta mendalami tarekat Syattariyah dan Naqsyabandiyah. Kemudian beliau jaga tergabung kedalam PERTI dan membuat sebuah karya fenomenal berjuluk Kitab Himpoenan Hadist. Metode Tempoyak Kelapa ialah metode yang digunakan dengan menggunakan tempurung kelapa sebagai pengganti bantal tidur bagi para santri saat lelah dalam belajar. Dalam penerapannya terdapat empat cabang keilmuan yakni: aqidah, fiqih, tarikh dan nahwu. manfaatnya adalah, menggajarkan mengenai kesungguhan hati dalam belajar yang dibarengi dengan niat, istiqomah dimana para santri diajarkan mengenai keikhlasan dan zuhud yakni suatu prinsip untuk tidak ketergantungan terhadap dunia yang mengajarkan para santri tentang kesederhaan dan fleksibilitas dalam belajar.