Abstrak
Sahril Yusuf, 4421024, Skripsi “Peran Perempuan Masa Jepang: Biografi Habsayani Pasaribu (1942-1945)” Program Studi Sejarah Peradaban Islam, Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah, Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi, 2025 Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap peran perempuan lokal dalam perjuangan melawan pendudukan Jepang di Indonesia melalui kajian biografis terhadap Habsayani Pasaribu, seorang tokoh perempuan dari Desa Pulo Pane, Kecamatan Sosorgadong, Kabupaten Tapanuli Tengah. Kajian ini berfokus pada periode 1942 hingga 1945, ketika Jepang menguasai wilayah Indonesia dan menerapkan sistem penjajahan yang represif dan eksploitatif, termasuk terhadap perempuan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sejarah dengan pendekatan biografi dan sejarah mikro. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara langsung dengan tokoh utama, observasi lapangan, serta studi pustaka dari sumber primer dan sekunder. Analisis dilakukan secara naratif-kritis untuk merekonstruksi pengalaman hidup tokoh dan memaknai kontribusinya dalam konteks perjuangan dan dinamika sosial-politik masa itu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Habsayani Pasaribu tidak hanya mengalami langsung kekejaman pendudukan Jepang, seperti kerja paksa dan perlakuan tak manusiawi, tetapi juga turut terlibat dalam kelompok gerilya lokal di Gunung Sibintang. Perannya sebagai a) penyedia logistik, b) perawat, c) pengumpul informasi yang membuktikan keterlibatan perempuan dalam perjuangan kemerdekaan yang selama ini jarang terdokumentasikan secara resmi.Pasca-kemerdekaan, perjuangan Habsayani Pasaribu bertransformasi ke bidang sosial dan pendidikan. Ia mendirikan sekolah tari dan kelas baca-tulis informal bagi anak-anak desa, terutama perempuan. Inisiatif ini menjadi bentuk pemberdayaan lokal yang mengangkat harkat kaum perempuan pedesaan serta menginspirasi generasi berikutnya.Penelitian ini menegaskan pentingnya mengangkat tokoh-tokoh perempuan lokal dalam historiografi nasional sebagai bagian dari upaya memperkaya perspektif sejarah Indonesia yang lebih inklusif dan berkeadilan gender.