Abstrak
Skripsi ini berjudul “Analisis Penerapan Akuntansi Lingkungan Pada Rumah Sakit Umum Daerah Kota Bukittinggi Sumatera Barat” ditulis oleh Salwah Atikah Pln dengan NIM 3421105, Program Studi Akuntansi Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Universitas Islam Negeri Sjceh M.Djamil Djambek Bukittinggi tahun 2025. Penelitian ini dilatar belakangi oleh Rumah Sakit Umum Daerah Kota Bukittinggi yang belum menyajikan biaya lingkungan dalam laporan keuangannya. Rumah sakit menyajikan biaya terkait pengelolaan lingkungan yang diakui ke dalam akun Belanja Operasi dalam laporan realisasi anggaran Rumah Sakit tepatnya dalam akun Belanja barang dan jasa Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan akuntansi lingkungan pada Rumah Sakit Umum Daerah Kota Bukittinggi berdasarkan PSAK No. 1 dalam penyajian laporan keuangan dan Teori Hansen dan Mowen pada biaya lingkungan yang terbagi menjadi 4 yaitu: biaya pencegahan, biaya deteksi, biaya kegagalan internal, dan biaya kegagalan eksternal pada Rumah Sakit Umum Daerah Kota Bukittinggi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kualitatif, melibatkan data primer melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi serta data sekunder yaitu biaya-biaya lingkungan yang berasal dari laporan keuangan rumah sakit. Teknik analisis data pada penelitian ini melalui beberapa tahapan yaitu reduksi data, penyajian data serta penarikan Kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Rumah Sakit Umum Daerah Kota Bukittinggi sudah melakukan upaya dalam pencatatan biaya lingkungan dan juga dalam menerapkan akuntansi lingkungan. Dalam pencatatan biaya lingkungan menurut teori Hansen dan Mowen yang terbagi menjadi 4 yaitu: biaya pencegahan, biaya deteksi, biaya kegagalan internal, dan biaya kegagalan eksternal. Rumah Sakit Umum Daerah Kota Bukittinggi belum memenuhi standar yang sesuai dikarenakan biaya pencegahan pada biaya lingkungan tidak ada atau dalam artian tidak dilaksanakannya kegiatan yang mengharuskan adanya biaya pencegahan, biaya pencegahan merupakan biaya-biaya untuk mencegah kegiatan usaha yang menghasilkan limbah. Contoh dari biaya pencegahan adalah sosialisasi dampak lingkungan, audit resiko lingkungan, dan lain sebagainya. Selanjutnya untuk akuntansi lingkungan pada Rumah Sakit Umum Daerah Kota Bukittinggi belum diterapkan secara keseluruhan berdasarkan PSAK. Dikarekanakan alokasi biaya lingkungan yang dilakukan Rumah Sakit Umum Daerah Kota Bukittinggi tidak sesuai dengan PSAK No. 1 dalam penyajian laporan keuangannya. Hal tersebut dilihat pada bagian penyajian laporan keuangan biaya lingkungan belum disajikan secara khusus melainkan secara umum dan terkait dengan pengungkapan belum ada diungkapkan informasi tentang akuntansi biaya lingkungan dalam Catatan Atas Laporan Keuangan (CALK) Rumah Sakit Umum Daerah Kota Bukittinggi.