Abstrak
Skripsi ini berjudul “Kontrol sosial tokoh adat dan agama dalam pemanfaatan GOR Sebagai ruang publik di nagari koto padang kabupaten dharmasraya” yang disusun oleh Desi Dwi Pratiwi Nim. 421027, pada program studi Sosiologi Agama (SA), Fakultas Ushuluddin Dan Dakwah (FUAD), Universitas Islam Negeri Sjech M.Djamil Djambek Bukittinggi. Latar belakang penelitian ini yaitu adanya perilaku menyimpang yang ada di GOR, dapat kita lihat dibeberapa daerah fasilitas yang ada di GOR, tidak digunakan dengan semestinya. Salah satunya di GOR Dharmasraya. Belakangan ini, GOR Dharmasraya seringkali menjadi tempat berlangsungnya kegiatan yang menyimpang diantaranya kegiatan balap liar dan mesum, kegiatan tersebut sering dilakukan oleh remaja sekitar. Faktor penyebab terjadinya perilaku menyimpang di GOR tersebut karena bangunan yang ada di GOR tersebut kurang memadai serta lemahnya kontrol sosial dari tokoh adat dan tokoh agama. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pemanfaatan GOR sebagai ruang publik di Nagari Koto Padang Kabupaten Dharmasraya, bentuk kontrol sosial tokoh adat dalam pemanfaatan GOR sebagai ruang publik di Nagari Koto Padang Kabupaten Dharmasraya, dan bentuk kontrol sosial tokoh agama dalam pemanfaatan GOR sebagai ruang publik di Nagari Koto Padang Kabupaten Dharmasraya. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif, informan dalam penelitian ini terdiri dari informan kunci yaitu 2 (dua) orang tokoh adat dan 3 (tiga) orang tokoh agama. Sedangkan informan pendukung yaitu 4 (empat) orang yang terdiri dari tiga orang masyarakat yang berada di sekitar GOR dan wali nagari Koto Padang. Metode pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dokumentasi dan analisis data dilakukan dengan reduksi data penyajian data, penarikan kesimpulan. Serta teknik keabsahan data dengan perpanjangan pengamatan, meningkatkan kecermatan dan triangulasi sumber, teknik dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat kontrol sosial dari tokoh adat dan agama dalam pemanfaatan GOR sebagai ruang publik yaitu kontrol sosial preventif dan represif. Kontrol sosial preventif yang dilakukan oleh tokoh adat yaitu tokoh adat bekerja sama dengan pemerintah untuk membuat atura-aturan di GOR agar tidak terdapat perilaku menyimpang, kontrol sosial represifnya yaitu apabila ada masyarakat yang melakukan perilaku menyimpang akan diberi sanksi berupa sanksi ekonomi. Sedangkan kontrol sosial preventif dari tokoh agama yaitu sebelum terjadinya perilaku menyimpang tokoh agama membuat kegiatan keagamaan di masjid seperti pengajian rutin di malam Jum’at, tahlinan dan dibentukkan remaja masjid. Sedangkan kontrol sosial represif dari tokoh agama yaitu diberi teguran, bimbingan serta nasihat kepada pelaku serta diberi sanksi ekonomi agar pelaku jera dan tidak mengulangi perbuatannya lagi.