Abstrak
Penelitian ini berjudul “Eksistensi Kereta Api Sebagai Moda Transportasi Wisatawan di Sumatra Barat Pada Tahun 1928-1930” merupakan tugas akhir atau skripsi yang ditulis oleh Anggun Perdani (4421019), program studi Sejarah Peradaban Isalam (SPI), Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD), Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M Djamil Djambek Bukittinggi. Penelitian ini mengkaji eksistensi kereta api sebagai moda transportasi wisatawan di Sumatra Barat pada tahun 1928-1930. Pada masa kolonial, Sumatra Barat dikenal sebagai daerah dengan panorama alam yang indah, kereta api yang awalnya dibangun untuk distribusi hasil tambang, kemudian dimanfaatkan sebagai sarana wisata, terutama bagi pelancong Eropa. Penelitian ini menggunakan metode sejarah dengan pendekatan kualitatif, yang mencakup tahap heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Data yang penulis peroleh dari berbagai sumber primer berupa arsip kolonial Belanda, surat kabar, dokimentasi visual, dan laporan resmi pemerintahan Hindia Belanda, serta sumber sekunder berupa buku, jurnal, dan artikel ilmiah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penelitian kolonial secra aktif mempromosikan Sumatra Barat sebagai destinasi eksotis melalui pengembangan jaringan kereta api wisata menuju Kawasan seperti Fort de Kock, Ngarai Anai, dan Lembah Harau. Strategi promosi dilakukan melalui media cetak, panduan wisata, serta penyediaan fasilitas seperti hotel dan gerbong kelas satu. Keberadaan kereta api turut membentuk pola perjalanan wisata kolonial serta meningkatkan mobilitas dan aksesibilitas ke pedalaman Minangkabau. Dengan demikian, peran kereta api dalam pariwisata kolonial tidak hanya berdampak secara ekonomi, tetapi juga turut membentuk citra Sumatra Barat dalam peta wisata Hindia Belanda.